Menjadi Satu Daging

Renungan Jumat 12 Agustus 2016

Bacaan: Yeh. 16:1-15,60,63 atau Yeh. 16:59-63; MT Yes. 12:2-3,4bcd,5-6; Mat. 19:3-12

Saya berjanji setia kepadanya dalam untung dan malang, dan saya mau mencintai dan menghormatinya seumur hidup. Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini.

Injil pada hari ini berbicara tentang janji dan kesetiaan dalam perkawinan. Kesetiaan terkait erat dengan pengorbanan. Karena itu tidak ada kesetiaan tanpa pengorbanan. Kita semua mengetahui bahwa sifat hakiki perkawinan Katolik adalah monogami dan tak terceraikan. Untuk mengembangkan dan merawat hakikat perkawinan Katolik dibutuhkan kesetiaan dan pengorbanan yang tiada habisnya.

Ketika seseorang mengambil keputusan untuk hidup sebagai suami istri itu berarti mereka berani melakukan suatu perubahan total dalam kehidupannya. Tuhan Yesus hari ini mengutip Kitab Kejadian: “Seseorang laki-laki meninggalkan ayah ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” (Kej 2:24). Seseorang yang menikah meninggalkan cara hidupnya yang lama dan mulai hidup baru sebagai suami istri. Kehidupan baru itu mengubah hakikat, yang sebelumnya sendiri-sendiri menjadi satu dalam pikiran, arah, kehendak dan tujuan hidup, sehingga dikatakan menjadi satu daging (Mat 19:5).

Lebih lanjut lagi Tuhan Yesus menegaskan: “Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Mat 19:6). Adanya perceraian menggambarkan ketegaran hati manusia yang tidak mau melaksanakan kehendak Allah. Manusia tidak melihat rencana Allah dalam hidup terlebih dalam perkawinan. Kesatuan dalam hidup perkawinan bukan “kontrak” atau janji untuk waktu yang terbatas tetapi sebagai sebuah perjanjian untuk selama-lamanya . Karena itu harus mempunyai komitmen untuk mengasihi secara lebih sebagai suami istri.

Oleh karena itu mari kita belajar untuk setia dengan apa yang telah kita janjikan, sebagai mana ada kutipan, “janji untuk dijalani dan ditepati, bukan untuk diingkari”. Dalam kesetiaan akan ditemukan cinta sejati. Tuhan memberkati.

Doa:
Allah Bapa, sumber cinta sejati, Engkau telah mempersatukan kami dalam ikatan perkawinan yang suci. Biarlah kehangatan dan kedamaian senantiasa menyertai keluarga kami dan cinta kasih-Mu mewarnai hidup keluarga kami sehari-hari. Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putera-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.

IP