Kamu Harus Memberi Mereka Makan

Renungan Senin 1 Agustus 2016

Bacaan: Yer. 28:1-17; Mzm. 119:29,43,79,80,95,102; Mat. 14:13-21

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminar dan mendapatkan sebuah pernyataan dari seorang pembicara, “the ultimate purpose of being wealth is to love others”. Terjemahan yang mudah adalah kita diberkati untuk menjadi berkat buat orang lain. Tetapi banyak orang sering mengatakan, “Saya sendiri susah kok, belum mendapat berkat, disuruh memberkati orang lain.”

Injil hari ini, Yesus kepada para murid memberi perintah, “Kamu harus memberi mereka makan.” (Mat 14:16). Suatu perintah yang sulit dilakukan mengingat keadaan saat itu, di mana sudah malam, dan lokasi jauh dari orang berjualan serta persediaan tidak cukup. Suatu kondisi keterbatasan yang secara logika akan lebih baik kalau mereka disuruh mencari makan sendiri. Sama seperti keadaan kebanyakan orang yang merasa kondisi serba sulit terbatas tetapi masih harus menjadi berkat bagi orang lain.

Yesus yang hati-Nya tergerak oleh belas kasihan, menanyakan apa yang mereka punya. Hanya lima roti dan dua ikan, kata para Rasul. Suatu kondisi keterbatasan lagi.

Tetapi Yesus dengan kuasa-Nya, Dia mengubah keterbatasan itu menjadi suatu kelimpahan. Dia mengubah lima roti dan dua ikan itu menjadi cukup untuk memberi makan lima ribu laki-laki tidak termasuk perempuan dan anak-anak. Masih tersisa dua belas bakul.

Para Rasul mungkin lupa bahwa mereka berada bersama dengan Yesus. Yesus yang sanggup melakukan segalanya; Yesus yang mempunyai kuasa untuk mengubah yang terbatas menjadi berlimpah; Yesus yang sanggup mengubah yang mustahil menjadi mungkin; Yesus yang sanggup mengubah yang sulit menjadi mudah. Para Rasul telah mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus, sehingga seharusnya mereka mampu memberi mereka makan.

Kita juga sering lupa bahwa ada Yesus yang selalu bersama kita. Kita sering lupa bahwa berkat-Nya tercurah setiap hari bagi kita. Sehingga kita selalu ragu-ragu untuk menyampaikan berkat-Nya ini kepada setiap orang yang kita jumpai. Kita selalu merasa kurang, sehingga tidak berani memberkati orang lain.

Marilah hari ini kita mau memberi mereka makan; kita mau menjadi berkat buat mereka; kita mau membagikan ke mereka bahwa kita mempunyai Yesus yang sanggup; menyampaikan bahwa kita mempunyai Yesus yang merupakan sumber segalanya. Marilah kita menjadi penyalur berkat; kita mau diutus untuk membuat orang percaya kepada kebenaran. Kita juga mau belajar dari Nabi Yeremia yang menyampaikan kebenaran; dan tidak seperti Hananya yang membuat bangsa percaya pada dusta. (Yer 28:15).

Tuhan memberkati kita semua.

PDW

images (1)