Datang Kepada Tuhan

Renungan Selasa 2 Agustus 2016

Bacaan: Yer. 30:1-2,12-15,18-22; Mzm. 102:16-18,19-21,29,22-23; Mat. 14:22-36

Yer 30:22 “…Aku akan membuat dia maju dan mendekat kepada-Ku. Sebab siapakah yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk mendekat kepada-Ku.”

Bukankah Allah itu kudus? Orang yang berdosa tidak akan dapat mendekati-Nya. Syukur kepada Allah, Yesuslah yang melayakkan kita mendekat kepada-Nya.

Suatu ketika saya dan teman-teman melayani doa di penjara. Saat itu saya melihat ada banyak narapidana yang rindu didoakan. Mereka datang dengan berurai air mata karena rindu jamahan Tuhan. Ada seseorang yang menarik perhatian saya, karena saat pelayanan doa dia tidak bisa maju menghampiri pendoa, karena ruangan sangat padat di dalamnya. Dia berdoa dengan mata tertutup dan berseru-seru pada Tuhan. Tidak berhenti di situ, saat semua pelayan Tuhan hendak meninggalkan penjara, dia berlari menghampiri kami untuk minta didoakan. Akhirnya kami melayani dia. Sebulan kemudian, saya membaca di surat kabar, narapidana itu dibebaskan dari segala tuntutan. Saya tercengang, sejenak saya mensyukuri kebaikan Tuhan, bahwa Tuhan mendengar doa anak-Nya sekalipun di penjara (Mzm 102:21).

Tuhan juga menenangkan para Rasul saat mereka ketakutan, dengan menyapa, “Jangan takut.” Saat Petrus berseru, “Tuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.” Saat Yesus berkata, “Datanglah”, mujizat pasti terjadi.

Syukur kepada Allah, Yesus selalu rindu kita datang kepada-Nya. (THW )