Berjaga-Jagalah

Renungan Jumat 26 Agustus 2016

Bacaan: 1Kor. 1:17-25; Mzm. 33:1-2,4-5,10ab,11; Mat. 25:1-13

“Berjaga-jagalah!”, merupakan perintah peringatan Tuhan yang jelas. Bukan hanya sekedar seperti seorang penjaga poskamling yang duduk manis sambil terkantuk-kantuk atau cuman nongkrong menonton acara televisi. Berjaga-jaga di sini berarti bersiaga sambil mengamat-amati situasi. Fokus pada apa yang menjadi tugas dan tujuan. Apa yang perlu dipersiapkan? Cadangan minyak pada buli-buli? Apakah stok kasih, iman dan pengharapan kita sudah cukup, bahkan ada cadangan sekiranya terjadi situasi di luar keadaan normal? Misalnya harus menanti jawaban doa yang tak kunjung digenapi, kondisi sekitar atau keluarga yang butuh kasih dan perhatian lebih? Atau kondisi kesehatan diri atau keluarga yang tak kunjung sembuh dan butuh banyak biaya? Apakah sumbu lampu (hati kita) terawat dengan baik; sehingga api (kuasa Roh Kudus) dapat menyala dengan bagus, terang dan awet? Dia lembut, kuat, tersambung bagus dengan sumber minyak (Roh Kudus)?

Hari ini Tuhan mengajak kita untuk mawas diri, melihat sekali lagi persiapan diri sendiri; apa yang masih kurang, apa yang harus terus ditingkatkan, ditumbuh kembangkan. Jangan sampai kita terlambat, tertinggal dan tak dikenali.

Tuhan Yesus menyapamu: “Mari berjaga-jaga.”

Selamat hari Jumat, selamat beraktivitas. Berkat Tuhan melimpah!

JTI

Image result for Mat 25:1-13;