Yesus Menampakkan Diri

Renungan Jumat 22 Juli 2016

Bacaan: Kid. 3:1-4aª atau 2Kor. 5:14-17;Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9; Yoh. 20:1,11-18

Yesus Menampakkan Diri kepada Maria Magdalena

 

Karena begitu besar rasa cinta kasih dan kerinduan Maria Magdalena kepada Tuhan Yesus, pada hari minggu paskah pagi-pagi benar Maria Magdalena telah pergi ke kubur Yesus. Tetapi ketika dia melihat bahwa batu penutup kubur itu telah diambil orang, dia mengira bahwa jenazah Yesus sudah dicuri orang. Maria Magdalena berdiri dekat kubur itu sambil menangis tersedu-sedu, karena dia dikuasai oleh kesedihan yang mendalam. Maria Magdalena tidak menyadari bahwa Yesus sudah ada di hadapannya. Maria Magdalena terbuka mata hatinya, ketika mendengar Yesus memanggilnya secara pribadi. Kesedihannya langsung berubah menjadi sukacita karena dia telah melihat Tuhan.

Yesus bersabda kepada Maria Magdalena, “Pergi beritahukanlah kepada saudara-saudara-Ku, Aku naik kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” 

Sahabat-sahabatku, orang-orang beriman merindukan Tuhan seperti seorang kekasih merindukan pujaan hatinya. Adalah suatu kegembiraan dan kebahagiaan apabila kita bisa berjumpa dan bersatu dengan Tuhan. Karena kasih dan kerinduan Maria Magdalena kepada Yesus, dia pergi ke kubur Yesus mencari-Nya dan ia menemukan dan berjumpa dengan Tuhan Yesus yang sudah bangkit.

Maria Magdalena sangat bahagia, karena itu ia pergi memberikan kesaksian iman, bahwa dia telah melihat Tuhan.

Sahabat-sahabatku, kita harus selalu siap memberi kesaksian tentang pengalaman iman kita waktu berjumpa dengan Tuhan, kerinduan kita kepada Tuhan memupuk kita untuk terus berusaha mencari dan menemukan Dia. Karena di dalam Dia ada persekutuan cinta.

Marilah kita terus mencari Tuhan di tengah-tengah pergulatan hidup ini, agar kita pun bisa berjumpa dengan Dia, dengan kekuatan iman seperti Maria Magdalena yang telah mengenal Tuhan Yesus saat Tuhan Yesus menyebut namanya.

Semoga Allah Bapa di Sorga berkenan menjadikan kita manusia baru seturut sabda-Nya, dan menjadikan kita satu pribadi yang mampu mensyukuri kasih karunia-Nya agar Tuhan selalu membimbing setiap langkah hidup kita, dalam menjalankan firman-Nya melalui karya kita sehari hari. Amin.

TFK