Siap Menjadi Utusan Tuhan

Renungan Kamis 7 Juli 2016

Bacaan: Hos. 11:1,3-4,8c-9; Mzm. 80:2ac,3b,15-16; Mat. 10:7-15

“Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil”

Dari bacaan pertama, Nubuat Hosea, kita merasakan betapa sejak semula Allah senantiasa menghendaki belas kasih-Nya menjadi nyata bagi kita semua. Kita semua percaya bahwa kita sudah dibebaskan dari belenggu dosa karena belas kasih Allah. Karena belas kasih-Nya, Allah tidak menghendaki kemalangan dan penderitaan manusia.

“Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Allah sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit, bangkitkanlah orang mati, tahirkanlah orang kusta, usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berilah pula dengan cuma-cuma.” (Mat 10-7-8).

Para sahabat terkasih, marilah kita menjawab panggilan Tuhan untuk menjadi utusan-Nya. Jika kita bersedia diutus, pasti kita sudah mengerti apa tugas yang harus dilakukan seperti yang dikehendaki sang pengutus. Kita semua yang mengaku sebagai murid Yesus, harus melakukan setulus hati sampai tuntas, yaitu melakukan perbuatan kasih, mewartakan Kerajaan Surga.

Apa yang harus kita lakukan untuk menjadi utusan Tuhan? Apa yang harus kita wartakan? Pertama-tama diri kita sendiri harus mengalami belas kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita dapat menunjukkan kesaksian hidup yang baik dan benar. Sehingga orang lain bisa melihat ada Yesus yang hadir dalam kehidupan kita, ada kemuliaan Tuhan yang tersirat dari diri kita dan kita layak menjadi murid Yesus yang siap menjadi utusan-Nya dan kita harus senantiasa bersyukur.

Para sahabat terkasih, kita tahu bahwa Tuhan Yesus melarang murid-murid-Nya membawa bekal atau harta apapun, Tuhan Yesus ingin agar para murid-Nya ini tidak hanya sibuk dengan urusan diri sendiri saja tetapi harus fokus pada tugas perutusan dan tidak perlu sedih atau cemas jika ditolak. Marilah kita lakukan dengan tulus penuh sukacita, mengajak lebih banyak orang datang kepada Tuhan Yesus agar mereka mengalami belas kasih-Nya. Kita tetap fokus dan percaya kepada Injil dan punya iman, harapan dan kasih yang hidup. Kita harus bisa menjadi saksi Kristus di dalam keluarga, komunitas, masyarakat dan dalam hidup menggereja.

Marilah kita bawa orang yang menderita, yang dikucilkan masyarakat, yang goyah imannya bahkan mati rohaninya, orang yang terluka hatinya, luka batin, untuk datang kepada Tuhan Yesus dan mengalami belas kasih-Nya. Marilah kita lakukan tugas menjadi utusan untuk mewartakan belas kasih Allah sesuai pesan Tuhan Yesus sendiri: “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berilah pula dengan cuma-cuma.”

Tuhan Yesus selalu menyertai kita semua.

Doa:
Bapa yang penuh kasih, puji syukur kepada-Mu atas segala kasih karunia-Mu yang sangat besar bagi kami semua. Mampukan kami untuk menjadi utusan-Mu, urapilah kami dengan kuat kuasa Roh Kudus, sehingga kami bisa fokus mewartakan Kabar Sukacita dan membawa lebih banyak orang untuk mengalami belas kasih-Mu yang sangat luar biasa. Terimakasih Bapa, semua ini kami persembahkan dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.

MGND