P-S-D

Renungan Senin 4 Juli 2016

Bacaan: Hos. 2:13,14b-15,18-19; Mzm. 145:2-3,4-5,6-7,8-9; Mat. 9:18-26

Bacaan pertama dan Injil hari ini menjelaskan kembali tentang kasih dan kerahiman Allah yang tidak terbatas.

Kasih dan kerahiman itu terlukis jelas melalui penyembuhan mujizat yang dialami oleh perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun, melalui kuasa Allah yang membangkitkan anak perempuan Yairus dari kematian, melalui kesabaran dan tindakan pemulihan Allah terhadap umat Israel yang telah berdosa dan mengkhianati-Nya.

Kasih dan kerahiman Allah Bapa tetap dianugerahkan kepada kita dan seluruh umat manusia. Yesus Kristuslah yang menjadi wajah yang kelihatan dari Bapa yang tak kelihatan, wajah Allah yang mewujudkan kuasa-Nya terutama dengan pengampunan dan kerahiman (Doa Tahun Yubileum – Paus Fransiskus).

Bagaimana kita dapat mengalami kasih dan kerahiman Tuhan ini?

  • Percaya.
    Percayakah aku terhadap Tuhan Yesus Kristus yang mengampuni dosaku melalui Sakramen Rekonsiliasi, yang membebaskan aku dari belenggu akibat dosa dan penderitaan, yang memulihkan hidupku sehingga dapat mengalami janji-janji Allah?
    Apakah jawaban paling jujur dari hatiku?
  • Sadar.
    Sadarkah aku bahwa aku sedang berada dalam keadaan terbelenggu? Terbelenggu oleh dosaku, oleh penyakit yang kualami, oleh sakit hati terhadap sesamaku? Perempuan yang sakit pendarahan, Yairus yang kehilangan anak perempuannya, mereka menyadari keadaan mereka yang menyedihkan, mereka menyadari akan kebutuhan untuk menerima kasih dan kerahiman Tuhan. Melalui Nabi Hosea, Allah berjanji akan memulihkan hubungan umat Israel dengan diri-Nya, serta memberikan hidup kelimpahan. Sadarkah umat Israel akan keadaannya yang telah mengkhianati perjanjiannya dengan Allah? Sadarkah aku bahwa aku membutuhkan Tuhan Yesus?
  • Datang / bertindak / melangkah.
    Kasih dan kerahiman Allah pasti kita alami bila kita datang dan berjumpa dengan Tuhan Yesus.

Mengapa sekalipun aku berdoa dan melayani dengan rutin dan tekun, namun aku tidak mengalami kasih dan kerahiman Tuhan? Mengapa aku masih tetap terbelenggu oleh kecemasan, keluhan berkepanjangan, kekecewaan, sakit hati dan kasihan pada diri sendiri?

Siapa tahu, mungkin aku melakukan semua aktivitas itu tanpa percaya pada Tuhan (mengalami pergeseran dari Tuhan kepada ke-aku-an-ku), tanpa kesadaran tentang siapa aku dan siapa Tuhan bagiku, tanpa datang kepada Tuhan sehingga tidak lagi mengalami PERJUMPAAN PRIBADI DENGAN DIA (Personal encounter with Jesus Christ).

Inilah renungan pribadiku pada hari ini.

DOA :
Bapa yang maha rahim, tunjukkanlah Wajah-Mu kepada kami dan kami akan diselamatkan. Demi Yesus, Tuhan kami. Amin.
-jn-