Mutiara Yang Indah

Renungan Rabu 27 Juli 2016

Bacaan: Yer. 15:10,16-21; Mzm. 59:2-3,4-5a,10-11,17-18; Mat. 13:44-46

Kerajaan Surga adalah seperti harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu disembunyikannya lagi. Dan, karena sukacitanya, ia pergi, menjual semua yang dipunyainya, dan membeli ladang itu.Β Sekali lagi, Kerajaan Surga adalah seperti seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Ketika ia menemukan sebuah mutiara yang bernilai tinggi, ia pergi dan menjual semua yang dipunyainya, lalu membeli mutiara itu.” (Mat 13:44-46)

Yesus dalam pengajaran tentang kerajaan Surga, banyak sekali menggunakan perumpamaan. Perumpamaan adalah cara yang dipilih Yesus untuk mengajar supaya pendengar-Nya bisa menangkap dengan jelas apa yang mau Ia sampaikan. Tentu harus disadari bahwa Kerajaan Surga tidak bisa dibandingkan dengan perumpamaan saja. Dalam Injil Matius bab 13 ini, Kerajaan Surga diibaratkan harta yang terpendam di ladang juga diumpamakan mutiara yang indah yang di cari-cari orang. Pada ayat 44 dikatakan ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu artinya ia merelakan seluruh miliknya (bukan sekedar harta) untuk ditukar dengan Kerajaan Surga. Seluruh hidup duniawinya diganti dengan nilai-nilai kehidupan Kerajaan Surga. Demikian dapat kita lihat dalam hidup Rasul Paulus, “Karena bagiku, hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Flp 1:21), juga dapat kita lihat dalam kehidupan para Imam, biarawan biarawati Katolik.

Dalam kehidupan sehari-hari, hidup mempunyai tujuan. Manusia yang tidak mempunyai tujuan, hidupnya seperti kapal terapung di lautan dan tak tahu harus berlabuh di mana. Kita sekolah, olah raga, bekerja, semua memiliki tujuan dan juga ada harga yang harus dibayar untuk semua itu. Dengan beriman kepada Tuhan, kita ingin memperoleh hidup kekal dalam Kerajaan Surga, tentu ada harga yang harus dibayar. Bekerja demi harta duniawi saja ada harga yang harus dibayar, kita bersedia bekerja keras, bahkan tidak kurang orang bersedia kerja lembur demi mendapatkan harta duniawi apalagi demi harta surgawi, tentu harus diperjuangkan lebih serius untuk mendapatkannya.

Dalam kehidupan sehari-hari sebetulnya banyak manusia yang menyadari akan pentingnya Kerajaan Allah dibandingkan kerajaan dunia, akan tetapi orang hanya bisa berhenti sampai pada pemahaman saja akan Kerajaan Allah tersebut namun sedikit yang dapat melakukan apa yang ditawarkan oleh Kerajaan Allah. Mengapa? Sesungguhnya penghalang paling utama adalah diri kita sendiri. Kita memaksakan kehendak diri dalam menjalani hidup ini, pengaruh dari egois, dendam, iri hati, sombong, hedonisme dan hal lainnya yang membuat kita semakin sulit menemukan harta dan mutiara hidup surgawi. Tidak ada pilihan lain, kita harus bekerja keras dalam mengalahkan kecenderungan-kecenderungan buruk tersebut. Mari kita temukan harta dan mutiara indah yang sesungguhnya sudah ada tinggal dalam diri kita sendiri yaitu Yesus. Dia mungkin pernah atau sedang terlupakan karena kesibukan rutinitas hidup kita hingga kita terseret oleh kehendak pribadi dan rayuan dunia.

Saudara terkasih, menjadi sebuah pilihan dalam hidup ini, nilai-nilai mana yang akan mendapat prioritas dalam hidup kita. Sebagai pengikut Kristus tentu tanpa perlu didiskusikan panjang lebar, kita perlu terus berjuang untuk mendapatkan mutiara kehidupan itu. Amin.

GP