Ini Ibu-KU dan Saudara-saudara-KU

Renungan Selasa 19 Juli 2016

Bacaan: Mi. 7:14-15,18-20; Mzm. 84:2-4,5-6,7-8; Mat. 12:46-50

Hari ini Yesus menantang kita dengan dengan berkata: “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” (Mat 12:48-50).

Yesus benar-benar mengenalkan ajaran tingkat tinggi. Kalau dulu, saya pasti akan berusaha keras untuk hal-hal yang berhubungan dengan saudara atau keluarga sendiri sedangkan untuk orang lain saya akan berusaha sewajarnya seperti yang orang lain lakukan atau bahkan tidak peduli. Itulah sebabnya, kalau dilihat lebih jauh mengapa dunia tidak menjadi baik karena setiap orang belum menganggap orang lain sebagai saudara.

Apa yang Yesus perintahkan bukanlah hal yang tidak mungkin dan terbukti Dia sudah membuktikannya dengan wafat di kayu salib demi kita. Melalui sakramen-sakramen-Nya, Yesus sudah melengkapi kita dengan rahmat yang memampukan kita untuk melakukan seperti yang Dia lakukan, tinggal kita mau atau tidak untuk mengikuti-Nya. Perintah yang tidak mudah tapi ayat ini membantu kita untuk melihat orang lain dengan cara pandang yang baru di mana mereka semua adalah saudara kita sehingga, mengutip kata-kata Paulus, bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! (Rm 12:15).

Tuhan memberkati kita semua.

MHP