Iman Mujizat

Renungan Senin 18 Juli 2016

Bacaan: Mi. 6:1-4,6-8; Mzm. 50:5-6,8-9,16bc-17,21,23; Mat. 12:38-42

Beberapa hari yang lalu dalam salah satu grup WA, seorang teman mem-posting kesaksian seseorang yang menerima mujizat dari Tuhan, banyak teman dalam grup memberikan komentar dan kagum atas kehebatan Tuhan. Hal-hal yang hebat dan spektakuler apalagi kalau bersifat supranatural selalu menarik perhatian banyak orang, sehingga dalam suatu pelayanan secara tidak sadar banyak orang termasuk para pelayan Tuhan yang sangat menginginkan terjadinya mujizat, bahkan ada beberapa orang yang menilai keberhasilan suatu acara rohani dari banyaknya mujizat yang terjadi.

Dalam bacaan hari ini (Mat 12: 38-42) secara negatif kita boleh menafsirkan para ahli taurat dan orang Farisi ingin melihat apakah orang buta dan tuli yang disembuhkan oleh Tuhan itu (perikop sebelumnya) bukan kebetulan, tetapi mungkin juga orang-orang Farisi tersebut ingin melihat mujizat dari Yesus supaya mereka percaya. Jawaban Tuhan sungguh di luar dugaan mereka, ahli taurat dan orang Farisi berpikir Yesus berusaha agar orang percaya kepada-Nya sehingga Dia membuat mujizat, padahal dalam seluruh cerita Alkitab karena belas kasihan-lah Dia melakukan penyembuhan dan bermacam-macam mujizat yang lain. Tuhan Yesus bukan tukang pembuat mujizat dan Dia juga tahu bahwa mujizat tidak membuat orang percaya hingga menyerahkan hidupnya kepada Dia, tetapi mengalami kasih-Nya yang membuat orang percaya hingga menyerahkan hidupnya kepada Allah.

Bacaan hari ini kembali mengingatkan saya bahwa yang utama dalam setiap tindakan, perkataan dan pelayanan yang saya lakukan seharusnya agar orang yang saya layani mengalami kasih Tuhan, bukan mengalami penyembuhan atau mujizat-mujizat yang lain, kasih yang membebaskan seseorang dari semua belenggu dan tekanan, bukan mujizat. Semua karunia Roh adalah sarana bukan tujuan dalam pelayanan. Sehingga orang akan memiliki iman yang sesungguhnya bukan iman mujizat.

Doa: Tuhan, saya mohon agar kasih, kesetiaan dan kerendahan hati menjadi spiritualitas hidup saya.

FSH