Hanya Allah Cukup

Renungan Minggu 17 Juli 2016

Bacaan: Kej. 18:1-10a; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Kol. 1:24-28; Luk. 10:38-42

Pada saat saya membaca Injil ini saya teringat kata-kata St. Teresia dari Avila: “Solo Diaz basta” yang artinya “Hanya Allah cukup”.

Saya masih terus berusaha merenungkan perkataan ini dan memahami serta menjalankannya. Sering saya kurang fokus pada Allah Tuhan kita karena kesibukan pekerjaan, tugas pelayanan dan membagi waktu untuk keluarga. Semua ini membuat saya sering letih dan sering waktu untuk Tuhan menjadi kurang. Saya punya kerinduan untuk mempunyai relasi yang semakin intim dengan Tuhan tapi sering juga dikalahkan karena saya terlalu lelah. Dan pada saat lelah biasanya saya fokus pada diri sendiri seperti istirahat dan melakukan sesuatu yang saya suka yaitu menonton film di TV kabel yang sebenarnya juga membuat tambah lelah. Saya tahu ini tidak boleh tapi pikiran saya sering mengalahkan kebutuhan untuk fokus dan memberi waktu untuk Tuhan secara lebih. Semoga dari semua pembaca renungan ini sudah tidak sering masuk ke zona ini.

“Hanya Allah cukup”

Tuhan begitu baik, Dia selalu hadir dan ingin agar kita memberi waktu terbaik kita bagi Dia. Sebagaimana Maria dalam bacaan Injil hari ini. Dan saya sering bagaikan Marta. Tidak salah, tetapi TIDAK memilih yang TERBAIK!!!

Pada saat saya kurang dalam relasi doa dengan-Nya saya sering mengalami rasa tidak nyaman, kadang kuatir muncul, kadang agak bingung dalam pekerjaan karena apa yang terjadi seringkali tidak berjalan sesuai yang saya inginkan yang kadang membuat saya merasa agak jengkel dan sedikit tertekan. Tetapi di saat-saat itu, Tuhan selalu membuat saya tenang kembali karena saya sangat percaya akan penyertaan-Nya. Saya diingatkan akan kehadiran-Nya selalu bersama saya. Allah yang mengatur langkah hidup saya, Allah yang Maha Kuasa, Allah yang tahu apa yang terbaik buat hidup saya. Allah yang Maha Rahim. Allah yang selalu membuat saya tenang kembali. Allah yang sungguh saya dapat andalkan. Ini yang membuat saya selalu ingin kembali semakin dekat dengan-Nya dalam keintiman doa.

“Hanya Allah cukup.”

Kalau kita mau merenungkan kata-kata ini, memang Dialah segala-galanya, Dialah yang selalu berjalan bersama-sama kita, mendampingi dan meluruskan jalan kita. Dialah yang mengatur hidup kita, yang membuat kita tenang, tidak perlu lagi kuatir, tidak perlu lagi takut.

Doa:
Tuhan Yesus saya mohon rahmat-Mu, agar kami semua selalu berjalan dalam belas kasih karunia kerahiman-Mu seumur hidup kami. Amin.

VSH