Berkat dari Tuhan

Renungan Sabtu 2 Juli 2016

Mendapatkan Berkat Dari Tuhan

Bacaan: Am. 9:11-15; Mzm. 85:9,11-12,13-14; Mat. 9:14-17

Pada bacaan hari ini, Tuhan menjanjikan sebuah pemulihan bagi bangsa Israel, bangsa yang dipilih-Nya. Di Amos 9:14 Tuhan bersabda: Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya…

Namun ada syarat yang perlu disadari bagi bangsa Israel yaitu berkat ini hanya akan didapatkan bila mereka memenuhi syarat yang dikatakan oleh Tuhan Yesus pada Injil hari ini.

Bicara mengenai berkat dari Tuhan, tidak selalu berkaitan dengan uang, tidak selalu berarti harta di bumi ini, tapi berkat yang dari Tuhan itu adalah apapun yang bisa membuat iman, harapan dan cinta kita kepada Tuhan semakin bertambah.

Syarat mendapatkan berkat dari Tuhan:

  1. Selalu bersama Yesus (Mat 9:15a, Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?)
    Sahabat-sahabat mempelai saat itu adalah murid-murid Yesus, maka saat ini, murid-murid Yesus itu adalah kita. Bila Yesus selalu bersama dengan kita, dalam hati kita, memenuhi pikiran kita, maka salah satu berkat yang kita terima adalah sukacita. Ini tampak dalam ayat 15a.
  2. Merindukan kedatangan-Nya (Mat 9:15b Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.)
    Hal ini sudah dikatakan oleh Yesus secara implisit, bahwa saat kita begitu merindukan kedatangan-Nya maka salah satu tindakan yang diambil oleh sahabat-sahabat-Nya adalah berpuasa, menyatukan rasa lapar, derita, rasa tidak nyaman, rasa tidak enak ini dengan penderitaan yang dialami Sang Mempelai Laki-Laki, yaitu Yesus.
    Bagi murid-murid-Nya, maka pantang dan puasa dilakukan bukan hanya sekedar tradisi rutin tahunan, tapi itu adalah salah satu ungkapan bahwa kita ingin menyatukan segala derita kita dengan derita Tuhan Yesus Kristus karena kita rindu juga kelak untuk dapat bangkit dan berkumpul kembali bersama Kristus.
  3. Selalu memiliki hati yang baru (Mat 9:17, Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur…)
    Kantong yang lama haruslah segera diganti dengan kantong yang baru agar anggur yang ingin dicurahkan kepada kita dapat diterima tanpa terbuang percuma. Demikian juga manusia lama kita haruslah diganti dengan manusia baru, hati kita hendaklah selalu mendapatkan pembaharuan setiap hari agar saat anggur yang dari Tuhan, berkat yang dari Tuhan itu dicurahkan maka ber
    kat itupun tidak terbuang percuma.

Maka marilah kita menyerahkan kehendak untuk selalu bersama Yesus, kehendak untuk selalu merindukan kedatangan-Nya dan kehendak untuk memiliki hati yang baru kepada Allah Tritunggal, yang juga ingin dan rindu untuk memulihkan kita, anak-anak-Nya.

Tuhan memberkati, Amin.

FS