Tampil Beda

Renungan Selasa 14 Juni 2016

Bacaan: 1Raj. 21:17-29; Mzm. 51:3-4,5-6a,11,16; Mat. 5:43-48

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Mat 5:44.

Ajaran Yesus yang kita renungkan hari ini melengkapi dan menyempurnakan ajaran yang ditulis dalam ayat-ayat sebelumnya.

Kita bukan hanya diminta tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan juga mengasihi mereka yang telah berbuat jahat kepada kita.

Tindakan kasih yang diungkap secara eksplisit di sini adalah: mendoakan dan memberi salam pada musuh.

Maksud Yesus pasti bukan “sekedar” mendoakan dan memberi salam. Tetapi dengan hati yang dipenuhi kasih. Melalui doa kita membawa musuh ke hadapan Allah dan memohonkan berkat dan kebaikan baginya. Karena kita percaya bahwa pada Allah tidak ada rancangan kecelakaan. Memberi salam berarti kita menghormati, menghargai dan menyatakan bahwa dia termasuk orang yang kita perhitungkan dalam hidup ini.

Semua itu harus kita lakukan karena kita adalah anak-anak Allah Bapa. Anak Allah yang serupa kesempurnaannya dengan Sang Bapa. Mungkin hati tidak rela melakukannya, namun kita harus melakukannya. Ini bukan tawaran.

Jika Sabda Allah pada hari ini belum membuat hati kita tergerak, maka kita perlu bertobat dan mohon pengampunan kepada Tuhan. Jika kita tidak mampu melakukan, kita perlu mohon kekuatan dari Roh Kudus agar mampu melaksanakan ajaran Tuhan Yesus ini.

Melalui pengalaman pribadi , saya merasakan kedamaian, kebebasan dan sukacita ketika melakukan semua itu.

Doa:

Aku bersedia melaksanakan ajaran-Mu, Tuhan. Dan Engkau tahu aku mampu melakukannya hanya oleh Roh Kudus. Penuhi aku dengan Roh Kudus-Mu. Amin.

JN

images (1)