Siapakah Tuhan Bagi Aku?

Renungan Rabu 29 Juni 2016

Bacaan: Kis. 12:1-11; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; 2Tim. 4:6-8,17-18; Mat. 16:13-19

Saya teringat saat usia saya dua belas tahun, di saat orang tua saya bertengkar untuk bercerai, saya berdoa pada Tuhan, agar tidak memperbolehkan mereka bercerai. Tetapi perceraian itu tetap terjadi dan saya sangat kecewa kepada Tuhan.

Seiring berjalannya waktu, saya ada kerinduan untuk dibaptis secara Katolik. Karena sejak kecil saya selalu belajar di sekolah Katolik, tetapi saya tidak beragama Katolik, sehingga saya ingin mempunyai status agama yang jelas. Tetapi setelah saya dibaptis pun, bagi saya Tuhan masih bukan apa-apa bahkan biasa-biasa saja.

Hingga suatu ketika di saat usia saya menjelang 44 tahun, saya mengalami masalah besar dengan kesehatan saya. Apabila saat itu saya tidak datang pada Tuhan, mungkin hari ini saya tidak menulis renungan ini. Dengan doa permohonan sederhana, agar Tuhan memberi saya kesempatan untuk mempersiapkan apa yang selama ini belum saya lakukan bagi Tuhan.

Tuhan kabulkan doa saya.

Sekarang, Tuhan bagi saya adalah segalanya, Dia sahabat, Guru, Allah  yang luar biasa.

Itu semata-mata bukan karena doa saya dikabulkan, tapi dalam setiap aspek kehidupan, saya melibatkan Tuhan, sehingga saat doa saya tidak atau belum dikabulkan pun saya tetap percaya Tuhan punya rencana yang indah dalam hidup saya.

Setiap orang punya pengalaman yang berbeda dengan Tuhan. Kita bisa mengatakan siapa Tuhan bagi saya, pada saat kita mempunyai relasi yang istimewa dengan-Nya.

Doa: Tuhan terus pegang tanganku, tuntun langkahku, hingga aku boleh mencapai garis akhir, dan menerima mahkota kehidupan seperti yang Engkau janjikan.

HFS