Penuh Roh Kudus dan Iman

Renungan Sabtu 11 Juni 2016, Pw St. Barnabas, Rasul

Bacaan: Kis. 11:21b-26; 13:1-3Mzm. 98:2-3ab,3c-4,5-6Mat. 10:7-13

“..karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.” Kis 11:24

Ketika duduk di sekolah dasar, di dalam pelajaran sejarah, banyak cerita tentang misionaris Bangsa Eropa yang menyebarkan ajaran agama ke daerah-daerah. Sampai beberapa waktu, saya masih beranggapan bahwa menyebarkan Injil adalah tugas dari seorang misionaris, yang biasanya seorang imam atau pastor.

Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan perintah, Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.” (Mat 10:7). Perintah ini diberikan kepada kedua belas murid. Tetapi perintah ini juga berlaku bagi kita semua yang mengaku sebagai murid Kristus. Demikian pula di akhir setiap misa, kita selalu mendengarkan Imam mengatakan, “Pergilah, kita semua diutus.” Perintah ini membuat kita semua orang awam pun punya tugas untuk mewartakan Injil Kerajaan Sorga.

Yesus memberikan perintah kepada para murid-Nya, untuk menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mentahirkan orang kusta, mengusir setan. Yesus mengatakan bahwa kita telah memperolehnya dengan cuma-cuma, maka kita juga harus membagikan secara cuma-cuma. Kita sudah memperoleh kesembuhan, kehidupan dan keselamatan secara cuma-cuma melalui Yesus. Semua adalah anugerah-Nya. Maka kita juga harus membagikan anugerah keselamatan ini kepada setiap orang.

Di dalam mewartakan Injil, Yesus memberikan instruksi-Nya untuk tidak membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggang; tidak membawa bekal dalam perjalanan; tidak membawa baju, kasut atau tongkat. Kita diajari untuk selalu bergantung sepenuhnya kepada Dia yang akan mencukupi kita. Ketika mewartakan kita diharuskan fokus dan mengesampingkan hal-hal dunia yang bisa mengganggu tujuan.

Kita hidup di dunia modern di mana kesuksesan menjadi tolok ukur kehidupan. Pewartaan Injil sekarang ini menjadi sesuatu yang terkesan kuno. Orang yang aktif di dalam pewartaan menjadi orang yang terkesan sok suci, fanatik, tidak “kekinian”. Tetapi pewartaan Injil sebagai perintah Yesus kepada kita, harus kita lakukan. Sehingga hambatan-hambatan pewartaan menjadi semakin besar dan berat. Hal ini yang seringkali membuat murid-murid Kristus patah arang.

Di dalam Kisah Para Rasul, kita membaca bahwa Rasul Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman, sehingga sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Untuk menghadapi tantangan dunia modern, maka kita perlu belajar dari Rasul Barnabas untuk mewartakan Injil melalui perbuatan baik kita; dengan membiarkan Roh Kudus yang berkarya penuh dalam hidup kita; dan penuh iman percaya bahwa Tuhan Yesus yang memerintahkan maka Dia yang akan melengkapi. Dengan demikian kita bisa membawa sejumlah orang kepada Tuhan di tengah tantangan zaman ini.

Tuhan memberkati kita semua.

PDW