Menjadi Bijak

Renungan Selasa 21 Juni 2016

Bacaan: 2Raj. 19:9b-11,14-21,31-35a,36;Mzm. 48:2-3a,3b-4,10-11; Mat. 7:6,12-14

Dalam Injil hari ini ada dua perikop yang sangat menarik yang hendak disampaikan oleh Tuhan secara pribadi pada setiap kita. Dalam perikop yang pertama, Tuhan berbicara sangat tegas tentang hal yang kudus dan berharga. Dalam perikop pertama ini Tuhan sangat keras mengecam agar kita tidak memberikan barang yang kudus dan berharga kepada orang-orang yang tak pantas menerimanya. Tuhan bukan hendak membatasi diri kita dalam melakukan perbuatan baik untuk orang lain namun terlebih mau mengingatkan kita untuk menjadi bijak dan berhikmat dalam menjadi berkat terhadap orang lain. Jangan sampai kebaikan kita disalahgunakan atau terlebih menjadi bumerang atau umpan balik yang justru menjatuhkan kita dan Tuhan sendiri.

Dalam perikop yang kedua pun Tuhan juga mengingatkan untuk selalu menjadi pribadi yang bijak dalam mengambil setiap keputusan. Dalam mengambil setiap keputusan yang perlu diambil, Tuhan mau mengingatkan bahwa bukanlah suatu masalah bagi kita untuk menjadi sedikit berbeda dari orang lain dan berjalan sedikit lebih sukar dan sempit untuk menuju keselamatan. Keselamatan yang sudah diberikan cuma-cuma oleh Tuhan perlu dipertahankan dengan cara memiliki standar hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan. Tuhan menantang kita seberapa besar kita mau membayar harga untuk setia dan taat melewati pintu yang kecil yang artinya bertahan dalam prinsip yang sudah ditetapkan dalam Firman Tuhan. Atau seberapa tahan kita bertahan untuk tidak terbawa arus dunia yang menyesatkan dalam mengambil keputusan. Marilah kita berlomba-lomba untuk berusaha melewati pintu yang sempit, menjadi berbeda dengan dunia dengan berpegang teguh pada prinsip yang berasal dari Firman Tuhan sendiri. Tuhan Memberkati. (LT)