Mencintai Dengan Tindakan

Renungan Kamis 2 Juni 2016

Bacaan: 2Tim. 2:8-15;Mzm. 25:4bc-5ab,8-9,10,14;Mrk. 12:28b-34

Pertanyaan yang sering saya lontarkan di kelas pada hari ini saya tanyakan kepada diri saya sendiri, “Hal apa yang bisa saya tunjukkan untuk membuktikan bahwa saya mencintai Tuhan?” begitu juga dengan, “Apakah saya telah mengasih sesama seperti yang Tuhan kehendaki?”

Beberapa hari yang lalu ketika saya bertemu dengan beberapa teman pengajar, dengan lantang saya katakan seorang Kristiani yang yang dewasa mengasihi tidak bergantung perasaan dan bukan hanya dengan perasaan saja tetapi dengan tindakan (jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku, Yoh 14:15).

Saya menyadari apa yang saya lakukan lebih banyak membuktikan bahwa saya lebih mencintai diri sendiri dibandingkan mencintai Tuhan. Beberapa minggu yang lalu ketika saya memberikan renungan di suatu pertemuan doa ada dorongan untuk berbicara mengenai perkataan sia-sia yang tidak layak diucapkan oleh murid-murid Kristus, dorongan ini cukup kuat tetapi karena yang hadir saat itu banyak orang yang saya kenal dan saya tahu mereka suka sekali dengan humor-humor yang berbau porno dorongan itu menjadi semakin kuat, tetapi karena saya kenal mereka dan saya takut dianggap sok suci, saya menggantikan dengan renungan lain yang lebih umum.

Dalam suratnya kepada Timotius, Rasul Paulus mengingatkan Timotius bahwa karena mewartakan Injil dia rela dibelenggu dan diperlakukan seperti seorang tahanan, oleh sebab itu dia mengingatkan agar tidak usah malu untuk mewartakan sabda kebenaran, sabda Tuhan hari ini menegur dan menunjukan diri saya belum mencintai Tuhan dengan segenap hati.

Doa: Tuhan ampunilah kesalahan yang telah aku lakukan dan aku berjanji akan melawan rasa malu untuk melakukan kehendak-Mu.

FSH