Memperoleh Belas Kasih Allah

Renungan Minggu 5 Juni 2016

Bacaan: 1Raj. 17:17-24; Mzm. 30:2,4,5-6,11,12a,13b;Gal. 1:11-19; Luk. 7:11-17

Bacaan hari ini mengungkapkan begitu besar belas kasih Allah yang hadir dalam kehidupan manusia. Anak dari janda di Sarfat yang sakit keras dan sudah tidak bernafas lagi, telah memperoleh belas kasih Allah melalui nabi Elia dan menjadi hidup kembali. Begitu juga pada saat Yesus pergi ke kota Nain dan melihat seorang janda yang menangis sedih karena anak tunggalnya mati, tergeraklah hati Tuhan oleh belas kasihan dan membangkitkan pemuda itu dan menjadi hidup kembali.

Bahkan belas kasih Allah juga hadir dalam kehidupan orang yang hidupnya tidak baik karena Allah ingin setiap manusia memperoleh belas kasih yang berasal dari pada-Nya dan mengalami perubahan hidup. Maka Paulus pun menyadari kesalahannya dan mau mengalami kelahiran kembali. Bahkan Paulus pun menyadari bahwa Allah telah memilih dia sejak dari kandungan ibunya dan telah memanggilnya. Sehingga pada saat Paulus membenci murid-murid Yesus dan tanpa batas menganiaya jemaat dan berusaha membinasakannya, Yesus pun menemui dan menegur Paulus secara pribadi untuk mau dipakai dalam mengembangkan gereja-Nya bagi bangsa-bangsa.

Bagaimana dengan hidup kita? Kita pun juga memperoleh belas kasih Allah. Tanpa kita sadari Tuhan sering melimpahkan belas Kasih nya dalam setiap kesempatan dalam hidup kita. Allah senantiasa memanggil kita untuk berubah mengalami kehidupan baru. Saat kita mengalami pembaharuan hidup, kita pun diharapkan Tuhan memberikan belas kasih Allah yang sudah kita terima, kepada orang-orang di sekitar kita sehingga mereka pun dapat merasakan belas kasih Allah melalui diri kita, orang-orang di keluarga kita, suami, istri, anak, orang tua, saudara di lingkungan kita yang kita temui, tetangga , tukang sayur, tukang sampah, hansip/satpam, teman di kantor, di pelayanan dan di mana saja kita berkesempatan bertemu orang. 

Saat saya mengalami kebangkitan, saya ingin melayani pekerjaan Tuhan tetapi saya tidak memiliki uang. Ternyata Tuhan menolong dan membimbing saya melalui sebuah kesempatan. Saya diberi hikmat sehingga dalam setiap harinya saya bisa mengikuti kursus salon dan setiap pertemuan saya digerakkan oleh Tuhan mencatat semua yang diajarkan kepada saya tahap demi tahap. Ternyata setelah saya lulus ujian, saya bisa melanjutkan belas kasih Allah yang saya terima kepada orang yang sangat membutuhkan. Saya memberikan kursus gratis bagi ibu yang hidupnya dalam kekurangan dan dia bisa membuka salon sederhana di rumahnya. Akhirnya Tuhan pun pimpin saya bersama teman-teman menggerakkan untuk memotong rambut anak panti asuhan secara gratis. Bagi kami, menolong tidak mengeluarkan uang, yang kami miliki adalah waktu. Bagi panti asuhan, kami sudah menolong karena mereka tidak perlu menyiapkan uang dalam setiap bulannya memotong rambut anak panti asuhan, yang memerlukan uang cukup banyak.

Ternyata Tuhan punya cara yang begitu indah saat kita mau menerima dan mau memberikan belas kasih Allah kepada orang di sekitar kita.

Tuhan bantu setiap kami untuk mampu merasakan belas kasih-Mu dan kami boleh mampu memberikan belas kasih-Mu kepada orang di sekitar kami.

Tuhan Yesus memberkati.

KSM

images (1)