Ketegasan

Renungan Jumat 10 Juni 2016

Bacaan: 1Raj. 19:9a,11-16; Mzm. 27:7-8a,8b-9abc,13-14; Mat. 5:27-32

Dewasa ini salah satu persoalan yang paling sering kita hadapi adalah persoalan keluarga. Banyak persoalan dalam keluarga terjadi karena perzinahan. Perzinahan bukan hanya menyangkut perbuatan atau tindakan, tetapi juga perkataan dan pikiran yang tidak bersih. Kita selalu jatuh dan jatuh lagi bukan karena tawaran dunia yang terlalu kuat, tetapi semua itu bisa terjadi karena kita kurang tegas atau tidak adanya ketegasan.

Ketegasan diciptakan bukan untuk menyakiti, ketegasan diciptakan bukan untuk mengecewakan, juga bukan untuk melukai hati tetapi ketegasan yang benar justru akan membawa pada kedisiplinan, kedewasaan, dan akan membawa kita pada jalan peraturan yang benar. Ketegasan juga akan membebaskan kita dari hukuman. Kalau ada tawaran-tawaran dunia bagaimana pun, kita harus berani katakan tidak. Kalau kita tahu hal ini tidak disukai oleh Tuhan, kalau kita tahu hal ini mengecewakan Tuhan bahkan menyakiti hati Tuhan, kita harus berani dengan tegas berkata tidak.

Orang lain boleh tidak suka, orang lain boleh bilang kita fanatik, orang lain boleh bilang apa pun, tetapi demi cinta kepada Tuhan, kita harus tegas. Memang tegas tidak selamanya disukai. Tegas tidak selamanya disenangi, namun ketegasan adalah kunci yang paling utama. Kalau saja kita mau tegas, ada banyak dosa yang bisa kita hindari, kalau saja kita mau tegas ada banyak kebiasaan buruk yang sudah kita lepas dalam hidup kita, kalau saja kita mau tegas kita juga bisa lebih dekat dengan Tuhan. Tiap pagi kita harus berdoa, baca alkitab. Apa pun kondisi kita, baik saat badan terasa sehat maupun tidak sehat; mengantuk atau tidak mengantuk; kita harus disiplin dengan tegas mendahulukan Tuhan.

Hanya orang-orang tegas yang bisa maju dalam hidupnya, hanya orang-orang tegas yang bisa menjadi semakin rohani dalam kehidupan imannya. Oleh karena itu kita harus jadi orang percaya yang tegas. Hanya di dalam ketegasanlah kita bisa menjadi pengikut Kristus yang setia.

LF