Jadilah Terang

Renungan Jumat 24 Juni 2016

Bacaan: Yes. 49:1-6; Mzm. 139:1-3,13-14ab,14c-15; Kis. 13:22-26; Luk. 1:57-66,80

“Terlalu sedikit bagi kamu jika hanya menjadi hamba-Ku maka Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” (Yes 49:6)

Tuhan telah memilih kita sejak kita ada di dalam kandungan. Karena Dia punya rencana untuk setiap masing-masing kita. Kita tahu bahwa kita ini adalah hamba, dalam arti hidup kita adalah milik Allah. Kita diciptakan karena Allah punya rencana untuk masing-masing setiap kita. Dan rencana-Nya itu bukanlah rencana yang biasa-biasa saja. Atau rencana yang masih coba-coba. Tapi benar-benar rencana luar biasa.

Masalahnya adalah dari kita sendiri, kita tidak menyadari akan panggilan Allah itu, kita tidak menyadari bahwa kita ini adalah hamba Allah, sehingga kita lupa untuk bertanya dan mencari kehendak Allah atas hidup kita. Mau ke mana kita, apa yang harus kita lalukan? Apa yang Tuhan inginkan? Mohon pimpinan dan tuntunan Tuhan

Kalau kita lihat sekeliling kita, betapa banyaknya orang yang belum mengerti benar akan keselamatan yang sudah diberikan pada kita. Akan semua tawaran Tuhan bagi setiap anak-Nya. Mungkin karena mereka tidak tahu. Tetapi kita sebagai orang yang sudah dahulu mengerti, tahu dan secara langsung mengalami, inilah yang Tuhan mau atas setiap kita. Tuhan tidak mau bahwa kita hanya sekedar memberikan diri kita tanpa berbuat apa-apa, tapi Tuhan mau menjadikan kita terang, di mana terang yang memimpin orang-orang yang masih kehilangan arah, terang yang membawa orang lain sampai kepada Tuhan, terang yang boleh membawa orang mengetahui akan apa itu keselamatan, terang yang menuntun orang pada keselamatan. Dan itu tidak hanya terbatas pada orang-orang yang kita kenal saja,  pada sekeliling kita saja. Tapi Tuhan ingin agar kita menjadi terang sampai ke ujung bumi. Kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Bahkan sampai keluar dari lingkungan kita.

Apakah tanggapan  kita akan rencana Tuhan atas setiap kita ini? Berpikir-pikir? Kalau sempat? Tidak percaya kalau kita mampu? Lebih mementingkan hal lainnya? Berdalih? Menunda-nunda? Memilah-milah? Menimbang untung ruginya?

Kalau kita menyadari bahwa kita adalah hamba, hanya ada satu kata yang bisa kita katakan, seperti Bunda Maria. Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu. Pilihan ada di tangan kita. Yang pasti, saat Tuhan memilih dan menetapkan kita menjadi terang, Dia juga pasti akan mempersiapkan segala sesuatunya bagi kita, waktu, tenaga  uang. Dan Tuhan juga telah memberikan kita akal budi. Tidak ada yang tidak bisa dan tidak mungkin jika bersama Tuhan, untuk Tuhan dan oleh Tuhan kita akan dimampukan.

Mari kita datang pada Tuhan dan mencari kehendak-Nya atas setiap kita. Agar boleh menjadi terang dan dipakai Tuhan sampai ke ujung bumi.

Tuhan memberkati.

ADJ