Hanya Mampu Berbuat Baik

Renungan Senin 13 Juni 2016

Bacaan: 1Raj. 21:1-16; Mzm. 5:2-3,5-6,7; Mat. 5:38-42

Sebuah berita yang mengejutkan mengenai seorang pembantu rumah tangga dimasukkan penjara karena telah bersalah mencampurkan air seninya ke dalam botol susu anak sang majikan. Berita lain mengenai dua orang yang berkelahi bisa berkembang menjadi dua keluarga yang berkelahi dan akhirnya berkembang lagi menjadi dua kampung yang berkelahi.

Mata ganti mata gigi ganti gigi. Kejahatan dibalas dengan kejahatan itulah yang dibuat manusia. Bahkan ada pepatah mengatakan “pembalasan lebih kejam dari perbuatan”. Ada kepuasaan sesaat dalam balas dendam. Sesaat saja lalu yang tinggal menetap adalah kepahitan, rasa hampa, gelisah, galau, cemas, sedih, marah, kesepian, rasa bersalah. Manusia dikuasai oleh amarah dan balas dendam yang tak ada ujung pangkalnya. Seperti lingkaran setan jika mau menurutinya terus.

Sebagai murid Yesus, kita diajarkan jika orang menampar pipi kirimu maka berikan pipi kananmu,  jika orang menyuruhmu jalan 1 mil berjalanlah 2 mil untuknya. Tuhan minta kita selalu membalas kejahatan dengan kebaikan bahkan dengan kebaikan yang bertubi-tubi, sehingga suatu hari orang bertanya, “Mengapa kamu selalu membalas kejahatanku dengan kebaikan?” Saat itulah kita berkesempatan menunjukkan bahwa kasih yang melimpah dari Yesus membuat kita hanya mampu berbuat kebaikan. Rahmat dan kuat kuasa Roh Kudus memampukan kita bertahan dalam pencobaan. Sukacita yang memenuhi hidup kita menjadikan kita seorang pemenang dalam segala perkara.

Mari buka hati kita selebar-lebarnya, menerima kasih-Nya yang melimpah, sehingga kita hanya mampu berbuat kebaikan saja.

Tuhan memberkati. 

PPT

images