Dosamu Sudah Diampuni

Renungan Kamis 30 Juni 2016

Bacaan: Am. 7:10-17; Mzm. 19:8,9,10,11;Mat. 9:1-8

Yesus adalah Anak Allah. Ia mempunyai kuasa, tidak hanya untuk menyembuhkan, tetapi juga untuk mengampuni dosa. Ia telah datang untuk menyembuhkan manusia seutuhnya, jiwa dan badan. (KGK, No 1503)

Pada bacaan Injil hari ini, kita melihat bagaimana cara pandang Yesus pada seorang lumpuh. Dia tidak menyembuhkan dengan cara yang lazim, Yesus malah terlebih dahulu mengampuni dosa pasien tersebut. “Percayalah, anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” (Mat 9:2).

ForgivenessYesus dianggap menghujat Allah karena berani-beraninya Dia melakukan tindakan pengampunan yang merupakan hak dan kuasa Allah. Namun, bagi Yesus kesembuhan fisik merupakan sesuatu yang bersifat lahiriah. Yang terutama adalah kesembuhan batiniah. Dengan mengampuni dosa si lumpuh, Yesus terlebih dahulu menyembuhkan jiwanya akibat dosa manusiawinya. Penyembuhan jiwa batiniah menjadi jalan lapang bagi kesembuhan fisik yang kemudian memampukan si lumpuh untuk bisa berjalan. “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”(Mat 9:6)

Kesehatan fisik tentu amat penting bagi kita manusia. Bahkan orang rela menghabiskan banyak uang untuk memperoleh kesembuhan. Berapa pun biaya rumah sakit atau pusat kebugaran, orang tidak pernah memperhitungkannya karena memang kesehatan fisik adalah harta yang melebihi segala-segalanya. Dan ini adalah benar. Namun, betapa timpangnya kehidupan kita jika di sisi lain kita mengabaikan kesehatan jiwa kita. Cacat jiwa akibat dosa sering kali lupa atau bahkan dilupakan. Padahal kita tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun.

Gereja, melalui Sakramen Pertobatan, menyiapkan jalan bagi kita untuk senantiasa memulihkan jiwa kita dari dosa dan kegelapan. Sehingga dengan jiwa dan raga yang sehat kita mampu menjadi perpanjangan kasih Tuhan bagi sesama dan nama Allah semakin dipermuliakan dalam hidup kita. Tuhan memberkati.

Doa: Ya Tuhan, sinarilah aku dengan kuasa Roh-Mu agar aku senantiasa disembuhkan dari sakit dan penyakit. Semoga aku setia menerima Sakramen Tobat sebagai sarana keselamatan yang memulihkan jiwa dan ragaku dari dosa dan kesalahanku. Amin.

IP