Waspadalah Penyesatan

Renungan Kamis 19 Mei 2016

Bacaan: Yak. 5:1-6; Mzm. 49:14-15ab,15cd-16,17-18,19-20; Mrk. 9:41-50

Saat ini kita menyaksikan banyak sekali tindakan-tindakan penyesatan. Entah itu tindakan penyesatan yang bersifat politis, ideologis, maupun penyesatan iman. Penyesatan sungguh menghancurkan banyak orang, merusak kehidupan orang. Karena banyak orang kurang kritis menanggapi tawaran-tawaran yang sungguh menggiurkan di sekitarnya. Tampaknya di balik tawaran-tawaran itu terkandung racun penyesatan yang sungguh mengerikan. Maka kita perlu mewaspadai berbagai tawaran yang simpang-siur membanjiri kehidupan kita sehari-hari.

Tuhan Yesus dengan tegas dan keras mengajarkan kepada kita murid-murid Nya: kalau menyesatkan anak-anak kecil, lebih baik di leher orang itu diikatkan batu kilangan dan ditenggelamkan dan dibuang ke dalam laut. Kalau yang menyesatkan tanganmu, penggallah tanganmu. Kalau yang menyesatkan kakimu, penggallah kakimu. Kalau yang menyesatkan matamu, cungkillah matamu. Wah,wah,wah malah Yesus mengatakan : lebih baik tanganmu buntung dan kakimu timpang masuk ke dalam kehidupan, dari pada punya tangan dan kaki utuh, tetapi kamu dicampakkan masuk ke dalam neraka dengan api yang tak terpadamkan. Lebih baik bagimu masuk ke dalam kerajaan Allah dengan mata satu dari pada dengan bermata dua kamu dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tak terpadamkan.

Yesus sungguh menyadari, bahwa penyesatan itu sama dengan upaya merusakkan jiwa dan hati  nurani seseorang yang secara rahmat mengarahkan  dia menuju kebenaran dan kebaikan dalam hidupnya. Maka ketika seseorang sengaja menyesatkan  sesamanya, itu berarti ia mempunyai rencana jahat untuk menghalang-halangi orang lain berjalan menuju hal-hal yang baik dan benar.

Empat hari yang lalu, di hari minggu, kita merayakan Hari Pentakosta, turunnya ROH KUDUS ke atas para murid Yesus. Roh Kudus inilah Roh Kebenaran. Roh yang membuat para murid berani dan kemudian diarahkan ke tujuan hidupnya yang benar penuh kebaikan. Roh Kudus juga yang membuat kita menyadari, bahwa manusia  dalam hidupnya dapat berpaling pada hal-hal yang duniawi, tetapi ketika dunia tidak dapat menolongnya, maka satu-satunya penolong yang dapat di harapkan hanyalah datang dari Allah sendiri.

Sadarlah dan ingatlah, bahwa kita sudah diberi-Nya Roh Kudus. Roh Kudus yang diam dan tinggal di dalam diri kita. Setiap hari panggillah dan nyalakan api Roh Kudus di dalam diri kita, agar nyala api cinta kasih kita selalu berkobar-kobar dan memancar ke segenap penjuru di sekeliling kita. Dengan demikian tawaran-tawaran penyesatan bisa kita tepis, bahkan kita juga bisa meluruskan jalan orang lain, agar mereka tidak mengikuti kesesatan dan dapat berjalan ke arah kebenaran dan kebaikan bersama-sama menuju Allah, Tuhan kita. Itulah hakekat dan maksud Tuhan Yesus, Dia memintakan kepada Allah Bapa, agar kita semua murid-Nya mendapatkan curahan Roh Kudus masuk ke dalam diri kita. Kita harus mengakui bahwa kita lemah, kita terbatas, tapi kita gampang sombong dan merasa kuat. Maka kita harus membuka pikiran dan hati kita, supaya dengan rendah hati setiap hari kita minta urapan yang baru, agar dapat lahir baru, jadi manusia baru, dapat hidup baru, menjadi seperti Yesus. Dengan demikian hidup kita bukan lagi hidup kita sendiri, melainkan Kristuslah yang hidup di dalam diri kita.

Tuhan Memberkati kita semua.

VAD.

images