Seperti Anak Kecil

Renungan Sabtu 21 Mei 2016

Bacaan: Yak. 5:13-20; Mzm. 141:1-2,3,8; Mrk. 10:13-16

“Sambutlah Kerajaan Allah seperti Seorang Anak Kecil”

Markus 10:13-16

13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. 14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. 15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” 16 Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

Renungan:

Pernahkah kita meminta bantuan orang lain agar kita dapat mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus? Pernahkah kita mendoakan anak-anak dan orang muda agar mereka semakin mendekatkan diri dengan Yesus? Orang tua yang mengenal Yesus, pasti akan membawa anak-anak mereka kepada Yesus dan meminta agar Yesus menjamah dan memberkati anak-anak tersebut. Karena orang tua yang mengenal Yesus secara pribadi paham benar bahwa jamahan Yesus mempunyai kuasa penyembuhan baik jasmani maupun rohani, dan itu semua akan dapat diterima dengan mendekatkan diri kepada Yesus.

Walau sesungguhnya para murid bermaksud baik agar anak-anak tidak mengganggu Yesus dengan kegaduhan mereka, Yesus menunjukkan rasa tidak senang ketika murid-murid-Nya melarang orang tua membawa anak-anak mendekati diri-Nya. Sesungguhnya, Yesus justru berbahagia berada bersama anak-anak karena bagi Yesus, kasih Allah bukan hanya untuk orang tertentu namun untuk semua orang. Bagi Allah, tidak ada satu orang pun yang tidak berharga di hadapan-Nya. Allah rindu untuk secara pribadi memberikan diri-Nya kepada setiap orang yang mau mendekatkan diri dan membuka hati untuk Dia.

Mengapa Yesus mengatakan bahwa kita harus menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil? (Mrk 10:15)? Pada masa itu, anak-anak berada pada tingkat paling bawah dalam strata sosial masyarakat, kehadiran mereka tidak berarti dan mereka tidak mempunyai hak apa pun sehingga mereka sangat bergantung pada orang tua mereka.

Firman pun mengingatkan kita bahwa kita pun harus sangat bergantung pada Allah sebagai Bapa yang Kekal dan Penyelenggara hidup. Dia yang mencipta, memelihara dan memberi kita kehidupan. Tanpa Bapa yang terlebih dahulu mencari dan memanggil kita, kita tidak dapat bersatu dengan-Nya. Bapa mengutus anak-Nya untuk menunjukkan jalan menuju kepada Bapa. Yesus mengajarkan para murid-Nya untuk menghormati Bapa dan sepenuhnya mempercayakan hidup kita kepada Bapa – bagaikan anak-anak yang sangat bergantung dan percaya pada orang tua mereka. Sesungguhnya, Allah melimpahkan kasih dan rahmat-Nya kepada siapa saja yang mau membuka hati dan berserah total kepada-Nya seperti anak-anak berserah kepada orang tuanya dalam kesederhanaan, kepolosan dan kerendahan hati, dan disertai kepercayaan bahwa orang tua mereka mengasihi mereka – demikian pun dengan kita – percayakah kita bahwa Bapa sungguh mengasihi kita?

Marilah kita mendoakan orang-orang yang kita kasihi agar mereka semakin mendekatkan diri kepada Yesus.

Doa: “Tuhan Yesus, jadikan kami orang-orang yang membawa dan mengantarkan orang lain mendekat kepada-Mu bukan sebaliknya menghalangi mereka. Jadikan kami orang yang mengenalkan Engkau pertama-tama kepada anak-anak dan keluarga kami. Jadikan kami orang yang dengan rendah hati membuka jalan bagi siapa saja yang ingin mengenal Engkau secara lebih pribadi. Jadikan kami orang yang membangun kepercayaan dan iman kepada Engkau. Jadikan kami orang yang membawa sukacita dan kepenuhan hidup kepada sesama kami sehingga semua orang akan mengakui bahwa Engkaulah Tuhan dan Juru Selamat dunia. Dan saat kami semakin bertambah usia, mampukan kami untuk tetap berharap kepada-Mu seperti seorang anak berharap kepada Bapa.”

MM

images