Pengenalan Akan Bapa

Renungan Selasa 3 Mei 2016, Peringatan St. Filipus dan St. Yakobus, Rasul

Bacaan: 1Kor. 15:1-8; Mzm. 19:2-3,4-5; Yoh. 14:6-14

“Percayalah kepada-KU, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku;….” ( Yoh 14:11)

Bertambah majunya teknologi, semakin membuat orang ingin tahu tentang segala hal, dan memang informasi dapat kita peroleh dengan mudah melalui berita televisi, radio, surat kabar, handphone, dan masih banyak lagi.

Rasa penasaran juga dialami oleh Filipus, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami, dan itu sudah cukup bagi kami” (ayat 8). Kebersamaan Filipus dengan Tuhan Yesus selama tiga tahun belum menjamin pengenalannya akan Allah Bapa. Hal ini dikarenakan Yesus tidak pernah menyatakannya. Bahkan Yesus melarang keras roh-roh jahat mengatakan bahwa Dia adalah Anak Allah (Mrk 3:11-12).

Jawab Yesus, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa kepada kami?” (ayat 9). Sepertinya jawaban Yesus hanya mengarah kepada Filipus. Yesus tahu dengan baik kemampuan yang dimiliki para murid-Nya, namun tidak ada lagi yang bertanya. Justru ketika Yesus dihadapkan pada Mahkamah Agama, Rasul Petrus juga mengatakan hal yang sama bahwa Petrus tidak mengenal Yesus (Mat 26:72, 74).

Setiap hari para rasul mendengarkan suara Sang Guru. Mereka hanya tahu bahwa Yesus Sang Pengajar, Sang Pembuat Mujizat, Sang Penyembuh. Bahkan mereka selalu makan bersama-Nya, namun mereka tidak menikmati kehadiran-Nya. Tidak ubahnya seperti seseorang yang makan sampai kenyang, tetapi dia tidak pernah mau menikmatinya, dia memang makan tetapi sebatas untuk mengisi perut. Dia tidak menikmati lezatnya makanan. Kalau para rasul saja belum mengenal Yesus secara benar, bagaimana dengan kita?

Pengalaman Filipus mendorong kita untuk mengenal Yesus lebih mendalam. Bagaimana caranya? Menuruti perintah-perintah-Nya. “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah pendusta dan di dalam dia tidak ada kebenaran” (1 Yoh 2:3-4). Bagaimana kita tahu perintah-Nya? Dengan sesering mungkin membaca sabda-Nya, mendengarkan suara-Nya melalui permenungan (kontemplasi), saat teduh dan berdoa. Seperti St. Yakobus anak Alfeus yang menghayati hidup dan panggilannya dengan bermatiraga dan berdoa sambil berlutut sehingga kulit lututnya menjadi tebal dan keras. Ia tidak ingin memanjakan tubuhnya, supaya di dalam tubuhnya ada Roh yang memberi kualitas hidup. Ia dikenal sebagai Uskup Yerusalem pertama yang bijaksana dalam berkata-kata. Ia mengingatkan kita akan dosa karena lidah (Yak 3: 1-12).

Jadi untuk mengenal Bapa, kita harus mengenal Yesus. Untuk mengenal Yesus, kita harus bersatu dengan-Nya melalui Ekaristi Kudus, membaca Firman-Nya dan berdoa.

Kalau belum bisa, Tuhan memberi jalan keluar yaitu meminta bantuan-Nya di dalam nama-Nya, maka Dia akan melakukan, ini pun dengan tujuan kalau kita memuliakan Bapa (ayat 13-14).

Yesus mengajak kita untuk mengenal Dia, karena untuk dapat datang kepada Bapa hanya melalui Yesus. “Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14: 6).

Tuhan memberkati.

ECMW