Menjadi Sahabat Allah

Renungan Selasa 17 Mei 2016

Bacaan: Yak. 4:1-10; Mzm. 55:7-8,9-10a,10b-11a,10b-11a,23; Mrk. 9:30-3

Dunia memang kerap menawarkan hal-hal yang menarik, dunia gemerlap sering menyilaukan mata semua orang, termasuk para pengikut Kristus. Ini pun telah terjadi sejak jaman para Rasul, yang dapat kita baca dalam Kitab Yakobus hari ini. Adanya pertengkaran, perselisihan dan iri hati, yang semuanya itu disebabkan karena hawa nafsu kedagingan.

Yakobus menunjukkan bagaimana sikap seorang murid Kristus dalam mengatasi keinginan mata dan keinginan daging ini. Pertama-tama ia ingatkan bahwa persahabatan dengan dunia, kelekatan dengan dunia bukanlah hal yang dikehendaki oleh Allah. Allah Bapa melalui Yesus Kristus sering mengingatkan agar kita belajar menjadi sahabat Allah dengan mulai belajar meninggalkan dunia, artinya tidak lekat dalam apapun di dunia ini. Kita memang tinggal di dalam dunia, namun kita bukan berasal dari dunia.

Langkah kedua untuk menjadi sahabat Allah adalah tunduk pada Allah dan melawan Iblis. Tunduk pada Allah artinya mau menyerahkan segala kehendak kita ke dalam tangan-Nya agar segala yang tidak berkenan boleh diubah-Nya. Tangan yang berdosa boleh diubah menjadi tangan yang tahir, hati yang mendua boleh diubah menjadi hati yang utuh mencintai Tuhan. Ketaatan pada rencana Tuhan ini akan membuat lawan kita, yaitu Iblis, lari dari kita karena begitu kita mendekatkan diri pada Allah maka Allah akan mendekati kita.

Langkah ketiga yang diajarkan oleh Yakobus adalah merendahkan diri di hadapan Tuhan. Tuhan adalah Roh, tidak kelihatan. Maka cara untuk tunduk dan merendahkan diri di hadapan Tuhan adalah dengan melayani sesama yang kelihatan dengan motivasi yang murni, yaitu dilakukannya demi nama Tuhan. Hal ini diajarkan oleh Tuhan Yesus dalam Injil hari ini. Melayani sesama demi cinta pada Allah adalah salah satu bukti bahwa seseorang dapat merendahkan diri di hadapan Tuhan, karena yang kita layani bukan hanya sesama namun Tuhan yang tinggal dalam diri sesama kita.

Semoga sejak hari ini kita dapat mulai belajar menjadi sahabat Allah dengan belajar meninggalkan kelekatan dengan dunia, tunduk pada Allah lewat bimbingan Roh Kudus dan melayani sesama demi Yesus yang ada dalam diri mereka.

FS

images