Mau Berbagi

Renungan Senin 30 Mei 2016
Bacaan: 2Ptr. 1:1-7; Mzm. 91:1-2,14-15ab,15c-16; Mrk. 12:1-12

Menjadi Murid Yang Mau Berbagi

Melalui perikop ini, saya membayangkan seandainya ada seseorang bos besar yang mempercayai perusahaannya kepada saya, dengan segala fasilitas yang lengkap, mulai dari peralatan, bahan-bahan produksi serta dana yang cukup, tapi dengan syarat dia minta setengah dari hasilnya. Lalu setelah saya menikmati hasilnya, saya tidak mau memberi setengah dari hasilnya. Nah perumpamaan seperti itulah yang diceritakan oleh Yesus dalam bacaan hari ini.

Hal yang pertama dalam perikop ini menggambarkan Allah yang sangat baik. Allah telah menyediakan segalanya untuk kita. Allah telah memberikan dan mempercayai kita bumi yang kita tempati ini begitu luar biasa dengan segala fasilitasnya. Allah memberikan kita keluarga, Allah memberikan kita sahabat di sekeliling kita, Allah juga telah mempercayai kita dengan berbagai macam pelayanan dengan tujuan agar kita dapat menjadi berkat dan kepanjangan tangan-Nya.

Tuhan memberikan kepada kita kebun anggur yang berlimpah yang sudah siap untuk kita garap. Para pemimpin dan pemuka agama Israel dilukiskan sebagai pekerja upahan. Allah memberi kewenangan kepada mereka untuk merawat dan menggarap kebun anggurnya tanpa dipungut uang sewa. Allah hanya meminta pembagian hasil.

Yang kedua, kita manusia cenderung lupa akan kebaikan Allah, bahkan seringkali kita berbalik dan melawan-Nya dengan kemauan dan kehendak kita sendiri, ketika Tuhan meminta kita membagikan hasil dan berkat yang kita peroleh di dunia ini sering kali kita menyimpannya untuk diri kita sendiri, kita seringkali susah untuk berbagi berkat dengan orang yang ada disekeliling kita, seringkali kita merasa tidak mempunyai waktu untuk melayani orang lain.

Dalam perikop ini yang terjadi adalah air susu dibalas air tuba. Mereka membuat rencana perampasan dan pembunuhan berencana. Orang utusan dilukai dan dibinasakan (3-5), sedangkan ahli waris dibunuh dengan cara yang keji (6, 8). Dengan cara itu, mereka berpikir lahan itu menjadi milik mereka (7). Ternyata dugaan mereka meleset. Si pemilik tanah datang mengklaim kembali haknya dan menghabisi mereka (9).

Satu hari saya dihubungi oleh seorang yang membutuhkan dana untuk membeli seragam dan perlengkapan sekolah untuk anaknya, waktu itu saya tidak memberi langsung tetapi hanya menjanjikan saja, bukan tidak mempunyai uang, tetapi karena pengeluaran saya bulan ini sudah cukup banyak. Seketika itu juga Roh Kudus berbicara bahwa orang tersebut kebutuhannya mendesak, tetapi saya masih mengeraskan hati, dan Roh Kudus tak henti-hentinya berbicara terus, di mana akhirnya saya menyerah, “Ya Tuhan ampuni aku, aku mau taat kepada-Mu.” Saya langsung menghubungi dia lagi, dan Tuhan langsung mencurahkan berkat-Nya, yaitu sukacita dan damai sejahtera-Nya.
Ada banyak cara untuk mengembalikan berkat yang kita dapatkan dari Tuhan. Kita dapat melayani sesama, juga kita dapat memberikan persembahan kasih kepada Gereja, komunitas atau kepada orang-orang yang membutuhkan. Oleh karena itu marilah dalam sisa waktu hidup kita di dunia ini, kita menjadi murid-murid-Nya yang mau mengembalikan berkat yang kita dapatkan dari Tuhan dengan menghasilkan buah bukan saja berbuah untuk diri kita sendiri tapi berbuah yang dapat dinikmati oleh orang lain.

Doa: Ya Tuhan terima kasih untuk Sabda-Mu yang mengingatkan kami, bahwa Engkau telah mempercayakan kepada kami kebun anggur-Mu, kami mohon rahmat-Mu agar kami dapat mengembalikan dari berkat yang kami terima daripada-Mu demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

SWW