Kuasailah Dirimu dan Jadilah Tenang

Renungan Jumat 27 Mei 2016

Bacaan: 1Ptr. 4:7-13; Mzm. 96:10,11-12,13; Mrk. 11:11-26

“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” (Markus 11:24-25)

Beberapa waktu terakhir saya sering mendapatkan pertanyaan mengenai mengapa sudah berdoa terus-menerus tetapi permasalahan masih saja tetap ada. Sudah berdoa apa pun, tetapi penyakit tidak kunjung sembuh. Sudah berdoa dengan cara apa pun, tetapi kehidupan masih tidak baik.

Banyak sekali orang yang begitu mengharapkan permasalahan bisa beres, mengharapkan kesembuhan, mengharapkan kehidupan yang lebih baik, dan banyak harapan lainnya. Mereka yang percaya kemudian berusaha untuk berdoa dan percaya. Di Markus 11 ayat 24, Yesus mengatakan bahwa apa saja yang kita minta dan doakan, percaya saja bahwa kita telah menerimanya dan akan diberikan kepada kita. Tetapi mengapa banyak orang yang masih mengalami persoalan.

Kita perlu meneruskan ke ayat 25, di mana Yesus berkata lagi, bahwa kita perlu mengampuni terlebih dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hati kita terhadap seseorang. Jadi sebenarnya yang utama bukanlah apa yang kita minta dan doakan. Tuhan itu sungguh amat baik. Dia mengerti segala apa yang menjadi kebutuhan kita. Dia mau supaya sikap hati kita ketika kita berdoa. Apakah kita sudah mempunyai sikap hati yang penuh pengampunan terhadap sesama kita? Apakah kita sudah mengasihi sesama kita?

Rasul Petrus di suratnya yang pertama mengatakan, “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut. Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” (1 Ptr 4:7-10).

Maka marilah kita mulai sekarang melihat hati kita. Apakah kita sudah menguasai diri kita dan jadi tenang? Apakah kita sudah mengasihi sungguh-sungguh seorang akan yang lain? Apakah kita sudah melayani seorang akan yang lain? Sehingga apa pun yang kita doakan dan minta, maka kita bisa percaya bahwa kita telah memperolehnya.

Tuhan memberkati kita semua.

PDW