Hidup Seperti Uap

Renungan Rabu 18 Mei 2016

Bacaan: Yak. 4:13-17; Mzm. 49:2-3,6-7,8-10,11; Mrk. 9:38-40

Di dalam hati manusia sering banyak angan-angan untuk melakukan segala hal. Kita sering merasa begitu mampu untuk berbuat ini dan itu sesuai dengan kemampuan kita. Kita sering lupa, bahwa segala sesuatu yang dapat kita lakukan adalah anugerah Allah.

Saya baru tersadar kalau hidup ini hanya seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap (Yak 4:14). Itu di saat dokter mengatakan bahwa saya menderita kanker.

Manusia lama saya begitu congkak. Saya mengejar harta dunia, saya berpikir segala yang ada di dunia ini dapat diselesaikan dengan uang. Ternyata uang saya tidak dapat membeli nyawa saya (Mzm: 49:8). Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya.

Hanya oleh kasih karunia-Nya , saya disembuhkan melalui iman percaya akan Yesus (Ef 2:8).

Doa: Terima kasih Yesus, atas kasih karunia-Mu yang boleh aku terima. Kuserahkan seluruh hidupku dalam pimpinan Roh Kudus, supaya aku tetap hidup, seterusnya dan tidak melihat lubang kubur (Mzm 49:10). Amin

HFS