Bersaksilah Bagi-Ku

Renungan Senin 2 Mei 2016

Bacaan: Kis. 16:11-15; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Yoh. 15:26-16:4a

Yesus ingin supaya kita bersaksi tentang Dia yang adalah Putera Allah yang Hidup dan Roh Kudus yang selalu hadir dalam hidup kita, tentang ajarannya dan kebaikan-Nya. Yesus mampu dan telah mengubah hidup kita dari manusia lama yang penuh dengan dosa menjadi manusia baru, di mana setiap saat sadar akan penyertaan Tuhan di setiap kejadian dalam hidup kita.

Mengapa Yesus meminta kita menjadi saksi-Nya? Supaya semakin banyak orang percaya kepada Yesus dan ajaran-ajaran-Nya. Sehingga kita mengalami hidup penuh dengan suka-cita yang berkelimpahan. Roh Kudus yang diutus Yesus dari Bapa telah datang dan tinggal di dalam hati kita untuk memampukan kita bersaksi karena kita telah mengalami kebaikan dan merasakan kehadiran Bapa dalam hidup kita.

Ada dua tugas Roh Kudus, yaitu :

  1. Mengingatkan para murid akan ajaran-ajaran Yesus dalam hidupnya.
  2. Membimbing para murid untuk melakukan yang benar dalam hidup mereka.

Pada saat awal saya masuk di SEP, saya mengalami hadirat Allah secara nyata dalam hidup. Saya merasakan sangat dicintai, dikasihi Bapa dan mengalami sukacita, sehingga semangat untuk berbagi sukacita sangat kuat dalam hidup saya. Terutama dalam keluarga, terhadap istri dan kedua anak kami, saya selalu bercerita akan cinta Tuhan yang selalu hadir menyertai perjalanan hidup kami dengan rasa syukur. Sehingga mereka mengerti dan kami boleh bersama-sama untuk mewartakan iman kami perbuatan. Meskipun kami sering jatuh bangun dalam kehidupan, tetapi Roh Kudus selalu membangunkan kami kembali serta mengingatkan kepada kami yang benar dan salah.

Dengan rasa syukur dan suka cita kami boleh dipakai dan diijinkan Tuhan untuk bersaksi tentang kebaikan Tuhan dalam kehidupan kami, di mana saja dan kapan saja. Setiap hari Bunda Maria bersama Roh Kudus menghantar saya dalam perjumpaan dengan Yesus yang hidup dan berkuasa untuk selama-lamanya.

Tuhan memberkati, Amin.

SWK