Baru Dalam Pembaptisan

Renungan Minggu 22 Mei 2016, Hari Raya Tritunggal Maha Kudus

“Sebagai Allah, Roh Kudus bersama dengan Bapa dan Putra, menjadikan kita baru dalam pembaptisan. (Didimus dari Aleksandria) 

Kita bersyukur karena hari ini kita merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Saya ingat, suatu saat ada seseorang di desa saya bertanya: “Maaf ya Bu, Allahnya orang Kristen itu tiga ya Bu,apakah tidak bingung?” Dengan tenang saya jawab, “Lho, yang bingung kan Bapak, kalau saya tidak bingung karena saya mengimani Allah Tritunggal Maha Kudus. Itu misteri Ilahi, rahasia Allah yang tidak mampu dimengerti oleh otak manusia yang kecil ini. Bagi saya ini sangat indah meskipun tak terserah, ini iman saya.” Lalu Bapak itu menganggukkan kepala dan berkata, “Oh begitu ya, Bu.”

Hari ini kita diingatkan akan misteri Allah Tritunggal, misteri Ilahi. Kita juga diingatkan akan perkataan Tuhan Yesus bahwa masih banyak hal yang harus Yesus katakan kepada murid-murid-Nya tetapi hal itu tidak dilakukan-Nya karena Yesus tahu murid-murid-Nya tidak dapat menanggung beban yang terlalu besar dan berat. Yesus menjanjikan Roh Kebenaran yang akan menyertai kita selama-lamanya.

Kita tidak dapat memahami semua rencana Tuhan, tetapi Roh Kebenaran, yaitu Roh Kudus, Roh Yesus sendiri yang datang menuntun kita ke dalam seluruh kebenaran. Kita dibaptis dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, dan melalui Sakramen Baptis inilah kita diubah menjadi manusia baru milik Allah. Yesus adalah pusat kesatuan itu dan kita bisa sampai kepada Yesus melalui Roh Kebenaran. Kita mengenal Bapa melalui Yesus dan Roh Kudus menuntun kita kepada Yesus.
Apa yang menjadi milik Bapa adalah milik Yesus. Kesatuan Bapa, Putra, dan Roh Kudus ini tidak bisa dipisahkan meskipun tidak bisa dimengerti oleh akal kita.

Marilah kita mewujudkan iman kita akan kesatuan Allah Tritunggal Maha Kudus ini dengan selalu berusaha hidup rukun damai dalam persatuan , penuh belas kasih seperti Bapa dan Putra, dan kita perlu Roh Kudus yang menuntun hidup kita ke dalam seluruh kebenaran.

Marilah kita berdoa:
Terima kasih ya Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal  atas kasih karunia-Mu yang luar biasa bagi kami semua. Curahkanlah Roh Kudus-Mu agar kami mampu mengasihi sesama kami dan mengampuni orang yang menyakiti hati kami. Jadikanlah kami pembawa damai, sehingga kami mampu menjadi tanda persatuan cinta kasih Bapa dan Putra dan Roh Kudus bagi dunia ini. Semuanya kami persembahkan dalam nama Yesus, Tuhan dan juru selamat kami, amin.

MGND
unnamed