Tuhan Menyelamatkan dari Dunia Yang Membenci Kita

Renungan Sabtu 30 April 2016

Tuhan Menyelamatkan dari Dunia Yang Membenci Kita

Bacaan: Kis. 16:1-10; Mzm. 100:1-2,3,5;Yoh. 15:18-21

Firman Tuhan hari ini sungguh dapat memberikan kekuatan pada saat seseorang dalam keadaan terpuruk, kehilangan pekerjaan, bisnis yang sepi, ibu mertua yang terlalu menuntut dan kasar, anak yang memberontak, rencana-rencana yang gagal terlaksana, sakit berkepanjangan dan tak kunjung sembuh, saat sekelilingnya menjadi keras. Saat ia mulai melemah terasa tiada harapan dan berada di penghujung rasa antara semangat dan putus asa.
Inilah bukti bahwa dunia membenci kita karena kita bukan dari dunia. Saat kita dipilih oleh Tuhan untuk mengikuti Dia, kita diijinkan untuk ikut mengalami penderitaan dan penganiayaan dari dunia. Namun kita mendapat penghiburan dan kekuatan sebab Yesus sudah lebih dulu mengalami semua penderitaan dan penganiayaan yang lebih berat dari kita umat pilihan-Nya. Yesus berjanji bahwa seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Penderitaan dan penganiayaan yang kita alami tidak diijinkan-Nya lebih dari yang dialami oleh Yesus. Dan Yesus yang telah mengalahkan maut dan berkemenangan juga menjadikan kita sebagai seorang pemenang dalam situasi keterpurukan apapun, juga menang atas dosa dan kelemahan kita.

Agar supaya janji Tuhan terlaksana dalam hidup kita, maka kita harus terus tekun dalam doa dan firman dan bersandar pada Roh Kudus. Kita mau meneladan Rasul Paulus dan Silas yang di setiap langkah mereka dituntun oleh Roh Kudus sehingga mereka dapat mengenali kehendak Tuhan, ke mana mereka boleh atau kapan tidak boleh pergi.

Marilah kita tak jemu-jemunya masuk dalam relasi yang lebih dalam, tidak cepat puas dengan apa yang sudah kita lakukan. Tidak membandingkan diri dengan orang lain, tetapi membandingkan dengan diri yang kemarin, apakah saya lebih baik hari ini. Melayani Tuhan tanpa pamrih. Menyembuhkan dan menguatkan saudara-saudara seiman. Menjadi jawaban doa bagi mereka yang haus dan lapar. Menjaga api Roh Kudus tetap berkobar dalam hati kita. Sehingga kita dapat terus melihat kebaikan Tuhan dan di dalam hati kita bergema ucapan syukur yang tak kunjung henti: “Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.” (Mzm 100:5).

Tuhan memberkati.

PPT