Tekun Ulet dan Sabar

Renungan Minggu 10 April 2016

Bacaan: Kis. 5:27b-32,40b-41; Mzm. 30:2,4,5,6,11,12a,13b; Why. 5:11-14; Yoh. 21:1-19

Hari ini adalah minggu ketiga Paskah. Ketiga bacaan mengingatkan kita untuk makin beriman pada Yesus, dengan cara menempel pada pokok anggur yang benar.

Bacaan mengajak untuk lebih tekun mencari Allah. Karena dalam kenyataan hidup manusia sering hidup dari apa kata orang dari pada apa kata Allah. Terutama saat dalam kesulitan, tersinggung, kecewa, kegelapan dan kekelaman. Para rasul menghadapi masalah sebagai tantangan dengan penuh sukacita, bahkan menganggap mereka layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.

Dengan tanpa menyerah, ulet, oleh pertolongan Roh Kudus tetap mewartakan dan  mengajar dalam Nama Yesus.       Dengan penuh kesabaran, mereka berani menanggung semuanya. Yakin bahwa Allah turut bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Rm 8:28).

Seperti tertulis dalam  Yoh 21:1-14. Karena Yesus setia, sekali memilih kita menjadi milik Nya, tak akan dibiarkan sendiri. Ketika para Rasul taat pada perintah Yesus dan melakukan apa yang diperintahkan
-Nya, mereka mengenali Yesus yang menyayangi dan memberi mujizat. Sesuai dengan tema APP, tekun, ulet, sabar menuju hidup berkelimpahan dalam Yesus seperti yang tertulis dalam Wahyu 5:11-14.

Suatu saat ketika mengalami kecelakaan, kaki saya terjepit tidak bisa keluar dari mobil. Saya  bertanya pada Tuhan, apa yang harus saya lakukan. Roh Kudus pimpin dan bimbing saya sehingga saya bisa keluar dari mobil dengan mudah.

Doa: Syukur dan terima kasih karena saya boleh menjadi milik Allah yang hidup. Ya Roh Kudus, kuatkan dan teguhkanlah kami supaya kami dapat menjadi pelaku firman yang tekun, ulet dan sabar menuju hidup berkelimpahan.

MJRW