Sikap Batin Yang Tergerak oleh Belas Kasihan

Renungan Jumat 8 April 2016

Bacaan: Kis. 5:34-42; Mzm. 27:1,4,13-14;Yoh. 6:1-15

Kita masih dalam masa Paskah, masa yang penuh rahmat. Saya pribadi merenungkan betapa sangat luar biasa kasih Yesus kepada saya. Saya percaya pasti juga kepada semua orang yang percaya kepada-Nya.

Sejak kebangkitan-Nya, Yesus bukan hanya berdiam diri di surga tempat-Nya bertahta, tetapi Yesus tetap setia kepada janji-Nya, setia kepada tugas-Nya, yaitu karya penyelamatan manusia.

Dia tidak meninggalkan murid-murid-Nya, tetapi menampakkan diri-Nya pada saat para murid ketakutan dan menguatkan mereka dengan salam: “Damai sejahtera bagi kamu!”

Bahkan Yesus tidak marah kepada murid yang tidak percaya kalau Dia menampakkan Diri dan Yesus dengan penuh kasih tetap menemui murid tersebut, inilah hati yang maha rahim.

Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita akan kasih dan kerahiman-Nya. Banyak orang berbondong-bondong mengikuti Yesus, mungkin ada yang benar-benar rindu mendengarkan pewartaan Sabda dan kuasa-kuasa yang datang dari-Nya, mungkin juga ada yang sekedar ikut untuk menikmati makan gratis atau mengharapkan mujizat penyembuhan-Nya. Yesus bukan bangga akan diri-Nya sendiri bahwa Dia hebat dan disanjung banyak orang, tetapi Yesus naik ke atas gunung untuk berdoa dan bertanya apa kehendak Bapa.

Pada saat itu Yesus tahu kalau orang-orang yang mengikuti-Nya lapar, dan berinisiatif memberi makan. Di sini kita bisa melihat dan merasakan kepedulian-Nya, Yesus pasti tahu saat kita kekurangan .

Mengapa Yesus bertanya kepada Filipus? Karena Filipus paham lokasi Betsaida tersebut dan Dia ingin menguji murid-Nya, apakah dia sungguh sungguh taat dan percaya kepada-Nya.

Jawaban Filipus menunjukkan bahwa ternyata dia merespon dengan pikirannya sendiri. Sama dengan kita para murid Yesus masih sering merespon dengan pikiran manusia kita dan tidak mau mengandalkan Tuhan. Tetapi Yesus tidak marah. Hati-Nya penuh belas kasih, cinta-Nya sungguh sungguh cinta Ilahi dan manusiawi, selalu tergerak oleh belas kasihan yang datang dari kedalaman hati-Nya.

Yesus tergerak oleh belas kasihan dan secara Ilahi Yesus memberi makan orang yang sangat banyak itu tanpa kekurangan, bahkan berlebihan dan berkelimpahan.

Sebaliknya para murid merasa cemas ketika Yesus berinisiatif memberi makan orang banyak sehingga mereka bersikap pesimis.

Kita juga sering lupa dan pada saat mengalami hal yang membuat kita takut, kuatir, kecewa, sehingga hanya berhenti pada sikap pasrah dan cemas.

Yesus mengajak kita hari ini supaya kita benar-benar percaya akan kuasa kasih-Nya, akan Kerahiman Ilahi dan hati-Nya yang penuh belas kasihan, sehingga dalam melakukan tugas perutusan dari-Nya , kita semua senantiasa dengan penuh sukacita berjalan bersama Dia dengan penuh iman.

Yesus memberi makan roti supaya orang banyak yang mengikuti-Nya kenyang.

Kita juga menjadi kenyang dan memperoleh hidup kekal jika kita makan roti surgawi yang diberikan Yesus dalam Ekaristi. Tuhan memberkati kita semua.

Doa:

Ya Tuhan Yesus, kami rindu agar bisa memiliki iman yang teguh, sehingga sikap batin kami senantiasa seperti yang Engkau kehendaki, mampukan kami untuk peka dan terbuka akan kebutuhan orang lain. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.

MGND