Mereka Mengikut Aku

Renungan Selasa 19 April 2016

Bacaan: Kis. 11:19-26; Mzm. 87:1-3,4-5,6-7; Yoh. 10:22-30.

Dalam Injil hari ini kita dapat melihat bahwa di zaman Yesus bangsa Yahudi terutama orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat mempunyai pemikiran yang berbeda tentang Mesias. Mereka mempunyai pemikiran dan harapan sebagai manusia dan tidak bisa menangkap pemikiran Allah. Mereka malah menolak Allah yang sesungguhnya.

Di zaman sekarang hampir tidak jauh berbeda banyak dari kita yang sudah dibaptis tetapi juga demikian. Kita hidup dengan mengandalkan diri sendiri dan menuruti apa yang kita anggap benar. Sering kita melakukan apa yang bertentangan dengan yang sudah diajarkan oleh Tuhan Yesus yang kita terima dalam pembaptisan. Ini disebabkan karena kita juga belum mengenal dan memahami Allah dengan sesungguhnya. Ibaratnya hanya percaya di mulut. Kita tidak mau belajar tentang siapa Allah kita yang sesungguhnya karena kesibukan kita atau dengan berbagai alasan yang lain yang kita buat.

Saya pun termasuk orang yang demikian sejak saya dibaptis. Baru setelah saya dipanggil untuk memasuki anugerah pertobatan yang sesungguhnya pada tahun 2004, Tuhan mulai memroses hidup saya dari mengandalkan diri sendiri menuju hidup mengandalkan Tuhan (Yoh 15:5b, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa- apa). Begitu sulitnya saya menerapkan jalan Tuhan dalam hidup saya karena sangat berbeda dengan pandangan dan “kebenaran-kebenaran” dunia yang saya pakai saat itu. Semua terasa berat. Selalu bergumul tetapi Allah yang begitu besar kasih-Nya tidak pernah meninggalkan saya meskipun saya terus jatuh bangun. Begitu sulitnya menerapkan ajaran Tuhan dalam kehidupan saya yang sangat penuh dengan hasrat kedagingan.

Allah sungguh mengerti. Dia tahu di saat iman saya masih bayi Dia yang memampukan saya untuk mengikuti jalan-jalan-Nya dan ajaran-ajaran-Nya meskipun saya masih sering jatuh bangun karena masih sering berpegang pada pemikiran saya sendiri.

Akhirnya berangsur-angsur iman saya tumbuh oleh karena belas kasih Allah.

Sering kita melihat (bahkan kita sendiri juga masih mengalami), dan menemui orang-orang yang “sudah mengerti banyak”, tetapi masih saja ketika mereka masuk dalam tekanan hidup mereka memakai cara-cara lama dan lupa akan apa yang pernah Tuhan ajarkan kepada mereka. Proses ini kita alami semua dan hanya bisa kita lewati dengan baik kalau kita tetap terbuka pada Tuhan, setia dan taat. Kita selalu dituntut untuk menjalankan Firman dalam hidup kita dan setiap hari harus introspeksi diri kita sendiri.

Hanya relasi dengan Tuhan, mengalami kasih-Nya dengan selalu melibatkan Dia dalam hidup kita dan mengandalkan Dia (menjalankan firman-Nya dan percaya) saja maka kita dapat berjalan di jalan-Nya.

Semoga kita semua selalu mendapat anugerah untuk dapat berjalan di dalam belas kasih karunia Allah.

Doa: Tuhan berilah kami hati yang taat dan setia untuk dapat menjalankan Firman-Mu setiap hari dengan penuh sukacita dan iman. Amin.

VSH