Menjadi Gembala

Renungan Minggu 17 April 2016, Hari Minggu Panggilan

Bacaan: Kis. 13:14,43-52; Mzm. 100:2,3,5;Why. 7:9,14b-17; Yoh. 10:27-30

Dalam perikop Injil hari Minggu Paskah IV ini Yesus berkata: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh 10: 27-30).

Kita semua anggota Gereja ikut ambil bagian dalam karya penyelamatan Kristus. Maka kalau Kristus menyebut diri-Nya “Gembala yang baik”, sebenarnya kita masing-masing dipanggil juga menjadi gembala yang baik dalam bidang hidup kita masing-masing. Orang tua dipanggil sebagai gembala yang baik bagi anak-anaknya. Imam dan biarawan-biarawati dipanggil sebagai gembala yang baik bagi umatnya. Para guru dipanggil sebagai gembala yang bagi para anak didiknya. Para majikan dipanggil sebagai gembala yang baik bagi karyawannya, dan demikian juga pemerintah menjadi gembala yang baik bagi rakyatnya. Tak mungkin kita menjadi gembala yang baik dalam bidang hidup kita masing-masing, kalau hal itu kita lakukan di luar penggembalaan Kristus. Kristuslah pintu masuk ke dalam kandang domba. Maka kita harus masuk melalui Kristus. Artinya: bila kita menggembalakan tidak melalui Kristus, bila kita bertindak di luar Kristus, maka kita adalah pengacau, perusak dan pengganggu bagi domba-domba yang dipercayakan kepada kita.

Yesus meminta setiap kita, untuk meneladani-Nya: menyadari kesatuan-Nya dengan Allah Bapa, dan dengan itu menyadari kesatuan komitmen; setiap orang harus menjadi pemimpin dalam hal melakukan kebaikan dan memerangi kelaliman agar dunia ini aman dan tenteram. Jika kita berhasil menjadi pemimpin yang baik maka orang akan melihat gambaran yang baik tentang Allah kita: Allah yang adalah pintu keselamatan, kaki yang kokoh menerjang berbagai tantangan, terang yang mengusir kegelapan, dan keindahan yang membuat kita dapat menikmati hidup dengan gembira. Kebangkitan Kristus merupakan panggilan bagi setiap orang Kristen menjadi pemimpin dalam kebaikan dan kesahajaan.

Kiranya kuasa kebangkitan Kristus menolong kita dalam perjuangan menjalani hidup baru dalam Roh Kudus.

SWW