Kaderisasi, Saling Berbagi dan Mempercayai dalam Kristus

Renungan Sabtu 9 April 2016

Bacaan: Kis. 6:1-7; Mzm. 33:1-2,4-5,18-19;Yoh. 6:16-21.

Shalom, salam sejahtera dalam Kristus bagi saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan.

Setelah Pentakosta, jumlah orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus menjadi semakin banyak dan berlipat-lipat ganda. Di kalangan jemaat di Yerusalem, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena dalam pelayanan sehari-hari pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan.

Berhubung dengan itu kedua belas rasul memanggil semua murid berkumpul dan berkata, “Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, yang penuh Roh Kudus dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, sehingga kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.”

Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, mereka memilih dan menghadapkan kepada para rasul; lalu para rasul pun berdoa dan meletakkan tangan di atas 7 orang pilihan tersebut.

Di dalam bacaan pertama ini kita bisa belajar, bahwa Kerajaan Allah akan terus berkembang dan pertumbuhannya tidak boleh dibatasi hanya dalam kekuasaan orang-orang tertentu saja. Para rasul menyadari hal ini, sehingga mereka mau berbagi tugas pelayanan. Inilah proses kaderisasi, memberi kesempatan dan kepercayaan kepada orang-orang yang berpotensi agar mereka juga bisa bertumbuh dan bergandengan tangan dengan para rasul dalam melayani.

Di sini kita bisa belajar beberapa tahap proses kaderisasi pelayanan :

  1. Para rasul menyadari tugas panggilan pelayanan utama mereka.
  2. Para rasul melihat adanya kebutuhan pelayanan yang perlu dilayani orang-orang lain.
  3. Para rasul mau memberikan kesempatan dan mempercayakan pelayanan tersebut kepada orang-orang dengan kriteria tertentu (terkenal baik, penuh Roh Kudus dan hikmat)
  4. Para rasul melibatkan orang-orang di sekitarnya untuk melakukan pemilihan.
  5. Para rasul mendoakan, memberkati dan mengutus mereka untuk melakukan tugas pelayanan.

Ketika kita para leaders melakukan proses kaderisasi ini, maka komunitas kristiani akan bertumbuh tanpa batas serta memunculkan pemimpin-pemimpin baru penyembah Tuhan dengan perilaku seperti yang terungkap di Mazmur 33.

Pemimpin-pemimpin yang percaya akan kasih setia dan penyertaan Tuhan, yang berharap kepada Tuhan. Menjalani hidup sebagai orang benar dan jujur, penuh syukur, memuji dan bermazmur bagi Tuhan. Mereka percaya bahwa mata Tuhan tertuju kepada orang yang takwa dan siap memberikan pertolongan tepat pada waktunya seperti yang dialami para murid dalam bacaan Injil hari ini.

Ketika hari sudah mulai malam, Yesus masih berdoa di atas gunung. Murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum. Air danau bergelora karena angin kencang. Yesus datang dengan berjalan di atas air dan berkata kepada mereka, “Aku ini, jangan takut!”

Ketika Yesus hadir, semuanya akan teratasi. Semuanya diubah menjadi baik.

Pertanyaan refleksi:

Bagaimana dengan diriku?

Sudahkah aku mengetahui panggilan pelayanan utamaku?

Sudahkah aku memberi kesempatan, mempercayai dan bekerjasama dengan orang-orang lain?

Sudahkah aku menjadi penyembah yang benar dalam relasi demgan  Tuhan seperti yang terungkap dalam mazmur hari ini?

Doa :

“Allah Roh Kudus, mampukan aku untuk mewujudkannya. Demi Kristus. Amin.”

HLTW