Dipanggil Menjadi Saksi Kristus

Renungan Senin 25 April 2016

Bacaan: 1Ptr. 5:5b-14; Mzm. 89:2-3,6-7,16-17; Mrk. 16:15-20

Sebelum naik ke surga Yesus berpesan kepada para murid-Nya agar mereka pergi dan mewartakan kabar sukacita keselamatan kepada semua  Kenaikan Yesus ke surga bukan akhir dari segalanya, kenaikan Yesus ke surga justru menjadi awal kehidupan baru para murid. Setelah Yesus naik ke surga, para murid giat melaksanakan perintah Yesus dengan mewartakan Injil ke segala penjuru.

Pewartaan para murid diteguhkan oleh Tuhan yang bekerja melalui Roh Kudus. Para murid percaya bahwa Roh Kudus yang diutus Yesus akan selalu membantu dan menguatkan mereka. Roh Kudus akan meneguhkan ajaran para murid dengan aneka tanda dan mujizat.

Seperti Paulus pernah mengusir roh jahat (Kis 16:18), memegang ular (Kis 28:3-5), bahwa para rasul pun berbicara dalam bahasa-bahasa baru supaya pemberitaan mereka dipahami oleh banyak orang asing yang hadir di Yerusalem pada hari Pentakosta (Kis 2:3-11), dan bahwa orang-orang di luar kelompok rasul-rasul pun berbicara dalam bahasa-bahasa aneh (Kis 10:44-46; 19:6; 1 Kor 14).

Ananias menyembuhkan Saulus dengan meletakkan tangan atasnya (Kis 9:12, 17) dan Paulus sendiri menyembuhkan ayah Publinus (Kis 28:8). Yesus melatih para rasul-Nya sebagai penyembuh dan pengusir roh jahat (Mrk 3:15; 6:17).

Tugas yang dilimpahkan Yesus kepada para rasul-Nya ini adalah juga tugas kita. Kita dipanggil oleh Yesus untuk menjadi rasul memperkenalkan keselamatan Allah kepada orang lain. Kita diminta untuk menjadi saksi bahwa Tuhan sungguh mencintai manusia dan ingin agar manusia menerima Dia.

Marilah saat ini kita bertanya pada diri sendiri: Apa yang sudah kita lakukan sebagai murid Yesus? Apa yang sudah kita ajarkan dalam hidup ini bagi orang lain? Kebenaran atau justru ajaran yang menyesatkan? Apakah kehadiran kita memberikan kesembuhan dan kesegaran bagi orang lain? Atau justru menyakitkan orang lain karena tindakan, perkataan dan sikap kita? Apakah kita dengan tegas telah mengusir setan dan semua tindak kejahatan, baik dalam diri kita maupun dalam masyarakat? Atau kita justru menyebabkan orang berbuat jahat dan menjauh dari Tuhan?

Doa: Allah Roh Kudus, Engkau yang diutus Yesus untuk menolong kami, tolonglah kami agar mampu menjadi saksi-Mu, membawa terang dan keselamatan-Mu bagi sesama melalui kata dan perbuatan kami. Amin.

MLEN