Bekerjalah Untuk Makanan Hidup

Renungan Senin 11 April 2016

Bacaan: Kis. 6:8-15; Mzm. 119:23-24,26-27,29-30; Yoh. 6:22-29

Setelah Yesus mempergandakan roti, keesokan harinya banyak orang yang mencari Dia lagi. Namun Ia memberikan satu pengajaran yang berarti bagi kita semua di sini. Ada tiga hal yang dapat kita pelajari dari kejadian ini

MOTIVASI YANG BENAR

Ia ingin agar kita mencari-Nya, mengikuti-Nya dan menjadi murid-Nya bukan karena masalah perut saja atau masalah dunia saja, Ia ingin agar kita memiliki motivasi yang lebih benar, memandang lebih jauh lagi yaitu masalah surgawi dan kehidupan kekal. Teguran Yesus bagi orang yang rendah hati akan ditanggapi dengan sukacita karena ia bisa melihat bahwa Yesus sungguh-sungguh mengasihinya dan mau memberikan pelajaran mengenai sikap hati yang benar.

Bagaimana dengan hati kita? Apa yang saya cari dalam hidup ini?

BERTANYA

Hal menarik adalah respon dari para pengikutNya yang rendah hati. Mereka tidak marah atau tersinggung karena teguran Yesus tapi mereka mau bertanya apa yang sebaiknya mereka lakukan? Bertanya akan sesuatu yang tidak dimengerti adalah bukan tanda kebodohan tapi itu adalah salah satu bentuk kerendahan hati. Bertanya pada Yesus akan apa yang perlu kita perbaiki adalah hal yang positif.

Sudahkah kita bertanya padaNya? Yesus apa yang perlu saya perbaiki?

BEKERJA

Yesus mengatakan dengan jelas bahwa kita harus bekerja untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal. Bekerja artinya melakukan aktivitas yang aktif bukan pasif. Bekerja juga meliputi kegiatan analisa, punya strategi, gol dan melakukan review akan hal-hal yang telah terjadi atau hal-hal yang telah dilakukan selama ini.

Mari kita lihat kehidupan rohani kita masing-masing. Sudahkah saya memiliki strategi, gol dan review akan apa yang masih kurang dalam kehidupan rohani saya?

Satu hal yang perlu kita ingat, apapun hasil dari review kita, Bunda Teresa pernah mengatakan, “Saya dipanggil bukan untuk sukses tapi untuk SETIA”. Maka Bapak Ibu terkasih, bila kita dengar jawaban Yesus pada kita: “Bekerjalah untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal”, kita dapat menjawabNya seperti dalam mazmur: “Ya Tuhan aku datang melakukan kehendak-Mu”. Amin.

FS