Sikap Tobat Yang Berkenan

Renungan Minggu 13 Maret 2016

Bacaan: Yes. 43:16-21; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Flp. 3:8-14; Yoh. 8:1-11

Injil hari ini mengisahkan tentang Maria Magdalena yang kedapatan berbuat zinah dan para ahli Taurat serta orang-orang Farisi membawanya kepada Yesus untuk dihakimi. Bila dilihat dari hukum yang berlaku saat itu maka pastilah Magdalena akan dilempari batu sampai mati. Namun ada satu hal menarik yang dilakukan oleh Yesus, ia memang benci dosa tetapi ia tidak membenci pelakunya melainkan menginginkan adanya pertobatan.

Sikap menarik dari Magdalena adalah walaupun ia dipermalukan di depan Yesus, Magdalena tidak mengadakan pembelaan diri sedikit pun, berkelit atau memberikan alasan yang panjang lebar kepada Yesus melainkan diam seribu bahasa karena tahu siapa dirinya dan siapa yang ada di hadapannya saat itu. Sikap tobat inilah yang berkenan dihadapanNya.

St.Theresa Avila mengatakan, sesuatu akan semakin kelihatan kotor bila didekatkan pada sebuah cahaya. Saat tidak ada terang, maka tidak tampak kotoran yang melekat, namun saat terang itu semakin dekat maka bercak-bercak yang tadinya samar akan menjadi jelas.

Sadar akan siapa dirinya di hadapan Tuhan dan dengan siapa seseorang itu berhadapan yaitu Allah yang memiliki kerahiman yang tak terbatas, maka pertobatan seorang berdosa akan menjadi sesuatu yang berkenan di hadapan Tuhan.

Sudahkan kita memiliki sikap tobat yang seperti itu?

FS