Rahmat Pengampunan

Renungan Sabtu 5 Maret 2016

Bacaan: Hos. 6:1-6; Mzm. 51:3-4,18-19,20-21ab; Luk. 18:9-14

Lukas 18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

Bacaan hari ini mengajarkan pada kita semua bahwa yang diperlukan bagi orang berdosa adalah keberanian dan  kerendahan hati untuk mengakui kesalahan di hadapan Tuhan dan bertobat.

Bagi Tuhan dosa adalah dosa. Namun rahmat pengampunanNya yang tidak terukur dan tidak terbatas mampu memulihkan kita dari dosa. Dia yang maharahim selalu menerima kita apa adanya, bila kita mau bertobat.

Delapan tahun yang lalu saya merasa kehidupan rohani saya biasa saja. Saya merasa bahwa saya sudah sangat diberkati Tuhan. Saya juga nyaman dengan kelemahan-kelemahan yang melekat pada diri saya (kesombongan, kemarahan, keegoisan, konsumerisme, hedonisme).

Hubungan saya dengan Tuhan hanya sebatas ke gereja setiap hari minggu. Bahkan kalau hari minggu saya pergi rekreasi, maka saya tidak akan datang ke gereja. Bagi saya, Tuhan hanya sekedarnya saja. Bahkan doa harian hanya saat saya mau tidur malam. Saya berdoa Rosario setiap malam sejak saya berusia dua belas tahun ketika saya tinggal di panti asuhan. Tidak ada hubungan yang istimewa antara saya dengan Tuhan.

Sampai pada suatu hari dokter menyatakan bahwa saya menderita kanker dalam tahap 2B. Saya mulai berpikir, kalau Tuhan memanggil saya saat ini, ke mana roh dan jiwa saya setelah kematian. Sepulang dari rumah sakit, malam itu saya berdoa kepada Tuhan: “Terima kasih Tuhan atas hidup yang boleh Kau berikan ini. Kalau waktuku tinggal sedikit lagi, aku ikhlas. Tapi kalau  boleh Tuhan, beri aku waktu untuk aku boleh melihat anakku yang kecil beranjak dewasa.” (saat itu usia anak saya baru sebelas tahun).

Tuhan mulai membuka hati saya. Melalui komunitas SEP di kota saya tinggal, saya mau mulai belajar kerendahan hati, datang pada Tuhan mohon pengampunanNya, atas segala dosa dan kelemahan yang selama ini tidak saya sadari.

Doa : Terima kasih Tuhan atas rahmat pengampunanMu yang menjadikan hidupku diperbaharui dan indah dalam rancanganMu. Amin.

HFS