Pilihan di Tanganmu

Renungan Jumat 18 Maret 2016

Bacaan: Yer. 20:10-13; Mzm. 18:2-3a,3bc-4,5-6,7; Yoh. 10:31-42

Untuk percaya seratus persen kepada Tuhan Yesus tidaklah mudah, seringkali kita meminta bukti dulu baru percaya. Meskipun sudah ada bukti firman Tuhan, dan kita sudah tahu isinya, namun tetap saja, kita tidak mudah percaya. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Banyak hal yang dapat memengaruhinya, seberapa sering kita mempunyai waktu saat teduh bersama Tuhan, apakah kita punya waktu untuk membaca firman Tuhan, merenungkan serta melakukan setiap firmanNya?

Tuhan Yesus menantang setiap kita, untuk tetap melakukan setiap pekerjaan baik dengan resiko yang cukup banyak dimusuhi dan dianiaya. Apakah kita sanggup? Kita pasti sanggup jika  kita bisa keluar dari diri kita pribadi, mau keluar dari zona nyaman dan mengundang Roh Kudus untuk selalu ada di dalam kehidupan kita sehari-hari. Maka tidak ada yang mustahil dan kita pun bisa melewati setiap tantangan yang Tuhan berikan.

Saya sering mengalami hal itu, ketika saya diminta membantu suatu pelayanan gereja. Sebenarnya semua yang diperlukan ada pada saya, namun karena mager (males gerak) saya menolaknya, dengan berbagai alasan. Namun ketika Roh Kudus mengingatkan, saya menjadi sadar bahwa saya hidup bukan untuk saya sendiri, tetapi semuanya untuk Tuhan Yesus yang ada di dalamku.

Banyak pekerjaan yang telah Tuhan siapkan untuk kita kerjakan, namun seringkali karena pengaruh mau atau tidak mau, bisa memengaruhi hasil akhirnya. Apakah berkat Tuhan, yang Anda pilih atau yang lainnya itu bergantung kita masing-masing. Tetapi pilihlah berkat dan kamu akan hidup. Tuhan memberkati.

MY