Menyadari Kehadiran Yesus

Renungan Rabu 30 Maret 2016.

Bacaan: Kis. 3:1-10; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7,8-9; Luk. 24:13-35

Selamat Paskah.

Kita semua yang sudah dianugerahi daya hidup baru berkat Kebangkitan Yesus, seharusnya mengalami pengalaman berjumpa dengan Sang Juruselamat secara pribadi.

“Kristus yang telah bangkit hidup dalam hati orang beriman” (Katekismus Gereja Katolik, 655).

Banyak orang Katolik yang tidak menyadari kehadiran Yesus dalam keseharian mereka, sehingga banyak di antara mereka berpaling mencari juruselamat yang lain karena merasa kosong hidupnya.

“Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal DIA” (Luk 24:16).

Apa yang menjadi penghalang kita melihat Tuhan menampakkan diriNYA?

  • seringkali kita mengharapkan Tuhan hadir dalam hal-hal supernatural;
  • berharap Tuhan hadir dalam rupa/wujud yang kita bayangkan;
  • kekecewaan dalam keseharian karena harapan kita tidak tercapai;
  • hanya fokus pada keinginan pribadi, sehingga sibuk dengan kehendak sendiri, tidak peka  dengan kehadiran Tuhan dalam wujud sesama di sekitar kita;
  • dll.

Saat kedua murid tidak menyadari kehadiran Yesus yang berjalan bersama mereka, Yesus mengingatkan mereka dengan cara yang istimewa, yaitu Yesus menjelaskan seluruh isi kitab suci dan juga memperagakan perayaan perjamuan seperti yang biasa dilakukan Yesus saat berada bersama murid-muridNya. Dengan tujuan agar muridNYA  menyadari kehadiranNYA yang hidup.

Kedua hal ini harusnya kita lakukan setiap saat, agar kita menyadari kehadiran Yesus dalam hidup kita. Tiap hari membaca FirmanNYA, juga menghadiri misa Kudus.

Kalau hidup rohani kita baik, maka kita bisa menyadari Tuhan menampakkan diriNYA dalam diri orang-orang di sekitar kita. Dalam diri pasangan kita yang selalu menunjukkan rasa kasihnya terhadap seluruh anggota keluarga, dan memberikan kehangatan dalam keluarga melalui kehadirannya saat berada di antara anggota keluarga yang berselisih. Sering kali anggota keluarga kita menjadi tanda kehadiran Tuhan dalam keluarga kita. Anak-anak kita yang selalu tampil penuh sukacita, riang gembira, sehingga suasana rumah ikut menjadi penuh sukacita.

Kalau kita selalu menuntut atau mengharapkan Tuhan hadir dalam hal-hal supernatural, kita pasti akan sulit menyadari kehadiran Tuhan dalam hal yang biasa dan sederhana. Tuhan hadir di mana saja dan kapan saja. Mampukah kita menyadari kehadiran Tuhan, bergantung  pada diri kita sendiri.

Seperti Rasul Petrus yang sebelumnya menyangkal Yesus sampai tiga kali karena tidak menyadari kehadiran Yesus. Setelah bertobat, mematikan daging dan keinginannya, bangkit bersama Kristus dan mengalami Pentakosta, berubah secara  luar biasa. Dia mengalami kehadiran Yesus dalam hidupnya sehingga ia memberikan dirinya untuk dipakai secara bebas oleh Yesus, siap menjadi alatNYA, dan memberi kesaksian hidup yang nyata dalam tugas pelayanannya. Sehingga pelayanan penyembuhan Yesus dilanjutkan oleh para rasulNYA. Rasul Petrus yang berbicara dan bertindak atas nama kedua belas rasul.

Semoga kita dimampukan untuk menyadari kehadiran Tuhan yang sungguh nyata dalam hidup kita. Sehingga hati kita selalu berkobar-kobar karena kehadiranNYA. Amin.

CSR