Menuruti FirmanNya

Renungan Kamis 17 Maret 2016

Bacaan: Kej. 17:3-9; Mzm. 105:4-5,6-7,8-9; Yoh. 8:51-59

“Barang siapa menuruti firmanKu, ia tidak akan mengalami maut selama-lamanya.”

Pada saat saya menulis renungan ini, hati sedang galau dan sedih. Ada berbagai persoalan dan peristiwa belakangan ini yang membuat saya merasa letih. Meskipun sudah berdoa tetapi sering jawaban-jawaban doa tampak jauh sehingga saya menjadi lelah mempercayai janji-janji yang sudah Tuhan berikan bagi kita semua di dalam firmanNya. Saat letih, lesu seringkali membuat saya tergoda untuk menyerah dan berhenti. Tetapi saya tidak ingin diri saya ini menjadi lemah karena kalau dibiarkan maka pasti muncul ‘putus asa’ yang artinya, menyerah, jatuh dan berhenti.

Dalam bacaan pertama dikisahkan awal perjanjian Allah dengan Abraham yang merupakan permulaan umat Allah. Janji Allah menyertai keturunan Abraham adalah menunjukkan kesetiaan Allah yang tak berubah. Janji Allah itu hidup selamanya. Yang menarik lagi adalah bahwa Tuhan tidak meminta supaya Abraham memberikan kurban bakaran, tetapi Tuhan hanya minta kepada Abraham untuk memegang perjanjianNya. Tuhan minta kepercayaan dari Abraham dan kita semua bahwa Allah yang sanggup memenuhi janjiNya dalam hidup kita. Dia ingin kita berjanji untuk percaya kepadaNya, menjadikanNya tempat berlindung.

Janji itu dipertegas lagi oleh sabda Yesus dalam Injil hari ini. Kitab Suci memberitahu kita untuk memandang kepada Yesus dengan menjaga mata iman yang tertuju kepada Yesus dan firmanNya karena hal ini akan menolong kita mengingat bahwa Tuhan sendiri tidak pernah lelah. Dia tak pernah lemah atau menyerah. Dia berjanji, seberapa lama kita harus menunggu penggenapan janjiNya, selama kita tetap setia menuruti firmanNya akan dibimbing untuk mendapatkan anugerah kehidupan abadi. Janji Allah untuk tidak meninggalkan umatNya bahkan akan selalu menyertai selama-lamanya memberi kekuatan pada diri saya untuk selalu bertumbuh dalam iman walau dalam keadaan letih dan lemah.

Doa: Ya Tuhan, ampunilah saya karena sering kali kurang setia dan sering jatuh dalam kelemahan padahal Engkau selalu setia dan mengajarkan kepada kami semua untuk tetap percaya akan janjiMu bahwa akan menyertai kami selama-lamanya. Amin.

Tuhan memberkati.

RCEH