Mengikuti TeladanNya

Renungan Kamis 24 Maret 2016

Bacaan: Kel. 12:1-8,11-14; Mzm. 116:12-13,15-16bc,17-18; 1Kor. 11:23-26; Yoh. 13:1-15

Yoh 13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;

Banyak guru besar yang terkenal karena begitu hebatnya pengajaran-pengajarannya. Sering kita terkagum-kagum karena ide-idenya yang luar biasa cemerlang. Yesus, juga seorang guru. Apakah Dia juga membuat kita kagum dengan ide-ide cemerlangNya? Salah satu pengajaranNya yang terkenal adalah yang selalu kita peringati bersama gereja pada hari Kamis Putih ini.

Sebelum mengadakan perjamuan dengan murid-muridNya, Yesus mengejutkan mereka dengan satu perbuatan yang tidak lazim dilakukan oleh seorang yang dianggap memiliki posisi terhormat. Berbeda dengan banyak guru besar dunia, pengajaran Yesus bukanlah suatu hal luar biasa yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain, tetapi mungkin tidak pernah terpikir oleh siapapun juga yaitu melayani sehabis-habisnya dengan mencuci kaki para muridNya-murid yang mungkin saja sering mengecewakanNya.

Di mana letak luar biasanya tindakan Yesus ini? Cobalah melakukan apa yang Dia lakukan; basuhlah kaki pegawai-pegawaimu dan catat bagaimana perasaanmu. Apakah ini mudah? Yesus telah mengajar kita bagaimana kita melatih kerendahan hati kita. Dia membuktikan bahwa hanya dengan dasar kasihlah, perbuatanNya itu dapat ditiru. Seperti seorang ibu yang dengan penuh kasih dan tanpa jijik membersihkan bayinya, hanya dengan kasihlah kita dapat melayani sesama kita sehabis-habisnya. Dan hanya pelayanan yang tanpa batas, yang sehabis-habisnyalah, yang dituntut Sang Guru dari kita murid-muridNya.

Apakah kasih Tuhan sudah menguasai hati kita sehingga kita tidak lagi memperhatikan perasaan kita sendiri, melainkan sepenuhnya hidup bagi orang lain? Masih adakah batas pelayanan kita buat Tuhan dan sesama? Semoga dengan ikut dalam perayaan mengenangkan perjamuan Tuhan ini, kita semua dapat disemangati untuk melayani lebih dan lebih lagi, untuk mengasihi dengan kasih yang sehabis-habisnya.

Doa: Ya Yesus, biarlah teladanMu menggema dalam jiwa kami. Terus ajar kami untuk mengasihi sesama kami, dengan tidak memberi batas pada pengorbanan yang harus kami berikan. Amin.

HLK