Langkah Petrus

Renungan Selasa 29 Maret 2016

Bacaan: Kis. 2:36-41; Mzm. 33:4-5,18-19,20,22;Yoh. 20:11-18

Bacaan hari ini berkisar tentang kebangkitan Yesus dan peranan orang-orang di sekitar Yesus yang memberitakan tentang Yesus.

Kalau kita lihat di Kis 2:36-40 bagaimana Petrus banyak berkata-kata dan efek dari kata-katanya adalah:

  • Petrus memberitakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Kristus.
  • Petrus meminta orang-orang dibaptis dan janji  dalam nama Yesus untuk pengampunan dosa dan menerima karunia Roh Kudus.
  • Petrus memberikan kesaksian yang sungguh-sungguh.
  • Petrus menasihati agar mau diselamatkan.

Jika kita melihat hal-hal yang dilakukan Petrus, ini adalah pola yang harus kita ikuti saat kita memberitakan tentang Tuhan. Memberitakan tentang Yesus adalah Tuhan, janji-janji Tuhan, kesaksian hidup dan nasihat. Dan yang terutama, Petrus bisa melakukan itu semua setelah Pentakosta. Dengan kuasa Roh Kudus.

Kadang kita menganggap bahwa ke empat hal itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang hebat, orang yang sudah tinggi tingkat imannya, dan lainnya. Tapi sejenak kita mau melihat bagaimana sikap Petrus saat Yesus sedang dalam keadaan ditangkap, dia tidak berani mengakui Yesus, bahkan menyangkal. Tapi kita bisa melihat bagaimana perubahan Petrus setelah dia menerima Roh Kudus.

Siapa pun kita, bagaimana kondisi kita, dan apa pun yang pernah kita lakukan sebelumnya. Kita adalah orang yang lahir baru, kita pun mampu untuk melakukan ke empat hal yang seperti Petrus lakukan. Kalau bukan kita yang melakukan, lalu siapa lagi yang akan menceritakan tentang Yesus, yang menceritakan tentang janji-janjiNya akan pertobatan.

Tidak cukup hanya mengatakan Yesus itu sebagai Tuhan, tanpa memberitakan tentang bagaimana janjinya kepada kita, dan hal itu harus didukung dengan kesaksian kita. Kesaksian yang sungguh-sungguh dan kita harus menasihati untuk membuat orang datang pada Yesus. Dan yang terpenting, melakukan itu semua dengan kuasa Roh Kudus.

Saya ingat waktu masih kuliah sekitar dua puluh tahun lalu, saat saya bertobat dengan sungguh-sungguh, saat menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat saya. Saya berdiri di tempat paling ramai di kampus saya, saya ajak bicara teman yang lewat di situ dan dengan semangat saya melakukan ke empat hal tersebut. Tidak selalu saat itu teman saya mau berubah, tapi saya percaya bahwa perkataan saya tidak sia-sia. Tuhan yang akan memproses. Bagian saya adalah “berkata-kata” selanjutnya adalah bagian Tuhan. Tapi ada juga yang mereka tersentuh, mau bergabung di komunitas, belajar bertumbuh bersama-sama.

Banyak orang di sekitar kita mungkin sudah dibaptis, dan tahu bahwa Yesus adalah Tuhan. Tapi banyak juga yang hanya “tahu” tapi belum menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Bagian Anda dan saya yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat untuk berkata-kata tentang hal tersebut. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Mari kita semua mengambil langkah seperti Petrus, melakukan ke empat hal tersebut dengan kuasa Roh Kudus. Tetap semangat dan Tuhan memberkati.

ADJ