Kurang Pemahaman Salah Memutuskan

Renungan Sabtu 12 Maret 2016

Bacaan: Yer. 11:18-20; Mzm. 7:2-3,9bc-10,11-12; Yoh. 7:40-53

Menyediakan waktu, untuk banyak melihat, banyak mendengar dan belajar memahami secara lebih mendalam, sangatlah dibutuhkan supaya kebenaran Allah dapat diungkapkan. Begitu juga saat Yesus mengajar di Yerusalem banyak orang yang sudah mendengarkan ajaranNya mengatakan bahwa Yesus adalah nabi yang akan datang dan yang lain berkata Yesus adalah Mesias, karena belum pernah seorang manusia berkata seperti Yesus. Tetapi yang lain lagi berkata bukan karena Mesias tidak datang dari Galilea, Mesias datang dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem. Hal ini membuat terjadi banyak pertentangan dan bahkan ada yang mau menangkap Yesus. Bahkan seorang Farisi menantang mereka untuk mau menyelidiki kitab suci bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea. Karena ketidaktahuan mereka dan tidak mau memahami secara lebih mendalam maka kebenaran bahwa Yesus bukan berasal dari Galilea, tetapi dari Betlehem, tidak berhasil mereka ungkap. Sehingga mereka tidak percaya kepada Yesus.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita diperhadapkan pada situasi ketidaktahuan dan sering kita tidak bersedia menyediakan waktu untuk melihat, mendengar dan belajar memahami, sehingga keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang salah.

Tuhan Yesus sudah mengajar saya melalui orang di sekitar saya. Salah satu yang dipakai adalah sekretaris saya. Dia sering bersaksi tentang Yesus, tentang pengajaranNya, kasihNya. Tetapi saya tidak mau melihat, saya tidak mau mendengar. Bahkan saat sekretaris saya minta ijin membuka Persekutuan Doa di kantor, saya ijinkan tetapi saya tidak mau mengikuti PD itu. Hati dan pikiran saya saat itu terbalut dengan pekerjaan, target yang harus saya capai, sehingga keputusan yang saya ambil adalah keputusan yang salah. Beberapa bulan kemudian sekretaris saya mengundurkan diri, pindah ke luar kota, tidak ada lagi orang dekat yang menginjili saya, tidak ada yang bercerita tentang Yesus yang hidup.

Ya Tuhan ampunilah segala ketidaktahuan kami, ajar kami untuk mau belajar memahami dengan lebih mendalam tentang ajaranMu, sehingga keputusan yang kami ambil adalah keputusan yang benar.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

KSM