Kebenaran Yang Memerdekakan

Renungan Rabu 16 Maret 2016

Bacaan: Dan. 3:14-20,24-25,28; MT Dan. 3:52,53,54,55,56; Yoh. 8:31-42

“Jikalau kamu tetep dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” 

Seperti halnya jawab orang-orang Yahudi terhadap sabda Yesus ini, kita pun mungkin akan berpendapat demikian. Merdeka? Bagi saya atau orang yang kebetulan mempunyai usaha sendiri dan tidak bekerja pada orang lain, dapat saja berpendapat: asal melakukan kewajiban hidup sehari-hari sebagai manusia normal pada umumnya, tidak menyakiti atau merugikan orang lain, bukankah sudah dapat hidup merdeka? Atau karena kita dikenal sebagai umat Katolik, maka untuk memenuhi kelayakan, dapat ditambah hari Minggu ke gereja, ikut kegiatan rohani sesuai jadwal paroki, dan sebagai mahluk sosial, sekali-sekali ikut kegiatan lingkungan di mana kita tinggal. Semua ini rasanya sudah cukup memerdekakan hidup kita. Mau melakukan apa saja asal tidak menyalahi aturan atau norma kehidupan manusia normal ini sudah memberikan kemerdekaan pada kita. Bukankah begitu besar kasih Allah kepada kita umat pilihanNya? Kita diberi kebebasan oleh Sang Pencipta. Sehingga kata-kata Kebenaran yang memerdekakan itu bagi saya atau mungkin juga bagi sebagian orang dapat saja menggaung begitu saja.

Pemahaman seperti di atas saya jalani berpuluh tahun dan saya merasa sudah menjadi orang Katolik yang baik, hidup saya merdeka lahir batin. Oleh karena itu jauh dalam hati, saya selalu bingung dalam pendalaman Kitab Suci sering mendengar kata KEBENARAN dan MERDEKA. Beberapa kali diterangkan oleh beberapa orang yang katanya pakar dalam pengajaran rohani dan bahkan oleh Romo pembimbing pun, pengertian itu tak kunjung saya pahami.

Rupanya Tuhan tahu yang saya perlukan. Sampai suatu saat lingkungan saya kedatangan umat baru yang menjadi tetangga saya sebut saja Bapak A. Keluarga baru ini saya lihat kehidupannya sangat sederhana. Namun setelah beberapa lama bergaul kami sekeluarga nyaman berteman dengan keluarga mereka meskipun karena kesibukan kami masing-masing hubungan kami belum seberapa akrab. Minggu lalu tanpa sengaja, saya mendapat cerita dari teman saya yang dulu bekerja sekantor dengan Bapak A itu. Kata teman saya, Bapak A dulu kepala bagian yang terpercaya mengelola aset perusahaan dengan kehidupan yang berkecukupan, tetapi beberapa tahun yang lalu telah keluar dari pekerjaannya meskipun saat itu sedang membiayai dua anaknya yang masih kuliah. Dalam hati saya langsung menghakimi, bisa jadi Bapak A dikeluarkan karena melakukan penyelewengan di perusahaan. Teman saya melanjutkan ceritanya. Hal ini dilakukan karena di bagian di mana dia bekerja telah terjadi suatu kondisi yang tidak sehat. Suatu kecurangan mafia pencurian yang secara hukum tidak dapat dibuktikan di mana hal itu telah menjadi tradisi lama jauh sebelum Bapak A masuk ke bagian tersebut. Kalau tidak ikut arus dia ditekan temannya, ikut arus hati kecilnya memberontak karena tidak sesuai sabda Tuhan sedangkan dia tidak mampu mengatasi ketidakberesan tersebut. Sejak menjadi murid Yesus, memang dia akrab dengan firman Tuhan. Melihat ketidakbenaran itu hatinya merasa tidak bebas lagi. Akhirnya memutuskan keluar dan berusaha kecil-kecilan berjualan makanan ternak di pasar.

Di sinilah saya baru benar-benar paham apa arti menjadi murid Yesus tinggal dalam firmanNya dan kebenaran yang memerdekakan. Beda sekali dengan beberapa orang yang malah dengan segala cara mencari celah kelemahan hukum untuk memanipulasi keuangan perusahaan.

Bergelimang uang kalau hati dibelenggu dosa, menjadi buta akan kebenaran tidak mendapat kemerdekaan apalagi keselamatan di jalan Tuhan.

Doa: terima kasih Tuhan Yesus Engkau memberi hambaMu ini pencerahan arti dari firmanMu. Engkau telah membimbing dengan segala caraMu. Berkati kami ya Tuhan agar pengertian ini dapat saya wartakan kepada saudara-saudara seiman di sekitar yang belum memahami firmanMu dan bimbinglah kami agar mampu melakukan kebenaranMu untuk memperoleh kemerdekaan sejati dalam menapaki jalanMu. Amin

LKME