Kebenaran atau Pembenaran?

Renungan Rabu 2 Maret 2016

Bacaan: Ul. 4:1,5-9; Mzm. 147:12-13,15-16,19-20; Mat. 5:17-19.

“…Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.” Mat 5:18-19

Kebenaran bukanlah sebuah pendapat, perasaan, buah pikiran atau ide manusia. Kebenaran bersifat absolut, karena kebenaran adalah firman, dan firman itu adalah Yesus sendiri. Kebenaran yang dikurangi atau bahkan ditambahi, adalah suatu kebenaran yang terpelintir atau dipelintir, di sinilah muncul yang disebut sebagai pembenaran.

Mengapa bisa sampai ada pembenaran?

  • …mungkin karena kebenaran absolut akan membawa kerugian materi?

  • …mungkin karena sungkan?

  • …mungkin karena membawa keuntungan?

  • …mungkin takut kehilangan seseorang?

  • …mungkin takut dikecam?

  • …mungkin … mungkin … dsb …

Akhir-akhir ini, banyak umat yang hanya mencari apa yang enak didengar, khotbah yang menghibur, khotbah yang penuh humor. Tetapi apa artinya sebuah kalimat yang menyejukkan hati, jikalau isinya hanya setengah dari kebenaran atau bahkan hanyalah berisikan pembenaran. Kebenaran harus disampaikan tanpa harus mempertimbangkan telinga menjadi panas, dingin, gatal ataupun sejuk. Jika kita hanya sebatas menjaga perasaan seseorang tetapi tidak menyampaikan sebuah kebenaran yang absolut, maka sebenarnya kita sedang menjerumuskan orang tersebut.

Kebenaran itu memerdekakan dan menyelamatkan. Sedangkan pembenaran itu menyesatkan dan membinasakan. Apakah kita sudah menjadi hamba kebenaran atau hamba pembenaran?

  • … diamkah kita saat melihat ketidakadilan?

  • … diamkah kita saat melihat sesame menuju kebinasaan?

  • … diamkah kita saat melihat banyaknya pelanggaran di depan mata?

  • … ataukah kita sendiri yang selalu membenarkan diri kita?

Semoga kita selalu memilih yang tepat, yaitu menjadi HAMBA KEBENARAN!

Tuhan memberkati kita semua.

VC