Dasarnya adalah Kasih

Renungan Jumat 4 Maret 2016

Bacaan: Hos. 14:2-10; Mzm. 81:6c-8a,8bc-9,10-11ab,14,17; Mrk. 12:28b-34

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”(Mrk 12:30-31)

Banyak sekali hukum/perintah/peraturan yang harus kita taati dalam hidup ini. Ada sepuluh perintah Allah, hukum gereja, peraturan dalam keluarga, peraturan pemerintah, norma-norma tak tertulis di masyarakat, dan lain sebagainya. Akan sulit bagi kita untuk menghafal semuanya sekaligus.

Injil hari ini mengingatkan kita kembali bahwa semua hukum/perintah/peraturan yang ada di dunia ini dapat dirangkum menjadi dua hukum yang terutama yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada manusia (sesama). Atau kalau mau lebih dipersingkat lagi, dasar dari segala sesuatu adalah KASIH. Satu kata sederhana namun dapat dijabarkan secara luas. Setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan kita dapat kita nilai apakah bertentangan dengan hukum kasih itu atau tidak. Selama tidak bertentangan, berarti kita sudah berada di jalan yang benar, jalan Tuhan yang adalah kasih itu sendiri.

Salah satu contoh kasih terbesar sudah dicontohkan oleh Allah sendiri lewat AnakNya, Yesus Kristus. Pengorbanannya menebus dosa kita adalah contoh kasih terbesar sepanjang sejarah kehidupan manusia. Jadi, kalau kita harus sedikit berkorban demi menjalankan hukum kasih itu, apakah kita masih merasa dirugikan ? Apakah pengorbanan kita bisa melebihi contoh pengorbananNya bagi diri kita ?

Doa : Tuhan, beri hikmatMu padaku agar aku bisa menerapkan hukum kasihMu dalam hidupku. Tuntun aku untuk bisa menilai mana yang baik yang harus aku lakukan dan mana yang tidak baik yang seharusnya aku hindari. Hanya Engkau sumber kekuatan dan penuntun langkah yang bisa kupercaya.
Amin.

LCEST